Amplang yang Bikin Ketagihan


Tak lengkap rasanya keliling Balikpapan tanpa memanjakan lidah. Kebetulan kota ini memang mendukung mereka yang doyan makan. Ada ikan bakar ala bugis, cumi asap saus tiram, atau pisang bakar. Tapi yang jadi pilihan di saat santai sambil ngobrol adalah camilan bernama amplang. Meskipun banyak krupuk ikan di seantero nusantara, amplang tetaplah ‘wow’. Begitu lekat rasa ikan tenggirinya. Krupuk putih kecil-kecil aneka bentuk -ada yang bulat, pipih, atau ala pastel-ini biasa dimakan dengan sambal pedas biar nyamleng rasanya. Sekali santap, dijamin nggak akan berhenti sampai krupuknya habis.

krupuk
amplang yang siap dijual/foto: jack

Camilan ini bisa ditemukan di sembarang tempat. Mulai di kios-kios makanan yang berjejer di Kebun Sayur, toko-toko camilan dan oleh-oleh di pasar, swalayan, atau sepanjang jalan protokol, hingga warung kecil di kampung-kampung. Namun yang terkenal paling enak adalah amplang di toko oleh-oleh sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Ada tiga toko amplang yang terkenal di Jalan Ahmad Yani. Dua bernama Karya Kita, dan satunya Karya Mandiri. Ketiganya diusahakan oleh orang yang masih memiliki pertalian darah. Siang itu, begitu memasuki toko Karya Kita, deretan amplang dalam kantong plastik seolah menyambut kami. Kemasannya begitu menggiurkan, membuat tangan gatal untuk meraihnya. Amplang berbagai ukuran ini ditawarkan dengan harga yang bervariasi, mulai Rp 20.000 hingga Rp 30.000, tergantung jenis amplang.

Menurut Lisna -adik pemilik toko-yang melayani kami, amplang yang paling lezat dan banyak dicari adalah amplang bumbu kuku macan cap ikan pipih. “Mungkin karena rasanya menyengat, mencengkram bak kuku macan, sehingga membuat yang memakannya ketagihan,” kata dara putih manis ini.

Kehebatan amplang kuku macan ini terletak dari bumbu amplang yang spesial. Apa sih resepnya? “Itu rahasia dapur kita,” kata Lisna. Yang pasti, amplang ini terbuat dari campuran ikan tenggiri, tepung tapioka, telur dan gula, lalu diberi bumbu khusus. Bumbunya, menurut pegawai peracik bumbu di dapur Karya Kita, sudah menjadi rahasia umum. Seperti merica, bawang, garam, dan sedikit jeruk. Namun jumlah dan cara mencampurnya yang berbeda.

Beruntung Lisna mau membawa kami ke dapurnya. Di sanalah proses pembuatan amplang yang terkenal itu terjadi. Mula-mula Ikan tenggiri dikerik untuk diambil dagingnya. Daging ikan lalu dicampur dengan telur dan bumbu hingga berwarna kecoklatan. Adonan krupuk ini lalu diaduk, diremas-remas, agar benar-benar bercampur dan bumbunya meresap. Adonan lalu dicampur dengan tepung tapioka, diaduk-aduk, dibanting-banting, hingga menyatu. Baru kemudian dicetak, dipotong-potong aneka bentuk. Ada yang panjang, bulat, kotak, sesuai selera. Potongan krupuk langsung digoreng di wajan besar penuh berisi minyak panas. Penggorengan dilakukan berulang-ulang, hingga krupuk berwarna kecoklatan dan dirasa cukup renyah. Tak jarang setelah krupuk diangkat dari penggorengan, tapi dirasa kurang renyah setelah dicicipi, akan digoreng lagi.

krupuk2

menggoreng amplang/foto: jack

Agar amplang terasa nikmat, ikan tenggiri yang digunakan harus yang benar-benar segar. “Tak boleh ikan yang sudah menginap, karena akan mempengaruhi rasa dan aroma amplang,” tegas Lisna. Adakalanya, meski sudah memakai ikan segar, amplang belum tentu sesuai yang diharapkan. Tanda-tanda bahwa amplang tidak jadi, kata juru racik, terlihat dari lamanya penggorengan. “Kalau amplang bagus, digoreng sebentar saja sudah renyah. Tapi kalau cukup lama digoreng tidak renyah juga, berarti tidak jadi,” tambahnya.

Berbeda dengan Karya Kita, amplang yang dijual di pasar dan warung-warung lebih banyak diusahakan perorangan atau pengrajin makanan kecil. Seperti Ali Sufi yang membuat dan mengemas amplangnya dalam plastik sebelum dijual di Kebun Sayur. “Tak ada resep khusus dalam amplang buatan saya,” kata Ali. Dan rasa amplang Ali memang tak segurih produksi Karya Kita, namun lumayan laku karena harganya jauh lebih murah.”Yang penting selalu habis terjual, saya sudah senang,” tambah Ali.

Kenikmatan amplang pun mulai mendunia secara tak sengaja. Kerap pembeli amplang Ali atau Karya Kita membawanya sebagai oleh-oleh buat kerabat di luar Balikpapan, bahkan Malaysia. Beberapa turis mancanegara dan para ekspatriat yang kebetulan banyak tinggal di Kalimantan pun selalu menyempatkan diri mencicipi amplang Karya Kita. Beberapa diantaranya menawarkan untuk mengekspor penganan ini. “Tapi kami tak siap mengirim amplang ke luar negeri. Tak ada modal, pekerja kami pun terbatas,” aku Lisna.

Lisna dan Ali cukup puas bila orang mau membeli amplang mereka. Tak ada keinginan untuk memperbesar usaha. Maklum industri makanan rakyat satu ini tergolong industri rumah tangga bermodal kecil yang diwariskan secara turun temurun. Lagipula mereka merasa bingung jika dihadapkan pada masalah permodalan dan pinjaman di bank.

Siang itu, Karya Kita nampak ramai pembeli. Ruangan berukuran 3 kali 4 meter persegi itu tak hanya diisi amplang, tapi juga gabin aneka rasa, kurma, lempok durian, dan aneka penganan lainnya. Beberapa pembeli yang juga pelanggan lama, langsung menunjuk beberapa jenis amplang. Seorang pembeli yang mengaku akan mengirimkan amplang untuk saudaranya di kota lain, segera meminta pramuniaga membungkus pesanannya dalam bentuk paket. Kebetulan, pihak toko memang menyediakan karton berukuran sedang, khusus untuk pesanan yang akan dipaketkan.

“Kalau begini enak, tinggal mengirim saja,” kata seorang gadis bersuara renyah, sambil menjinjing paket amplang yang dibelinya. Serenyah amplang yang baru diangkat dari wajan di dapur sana. (pernah dimuat di majalah familia, september 2004)

About these ads

13 thoughts on “Amplang yang Bikin Ketagihan

  1. Wuih sedap Mbak Ary jalan-jalan terus, bagaimana kalo diteruskan ke bukit bintang, jalan imbi, mall sungei wang, low yat dan sekitarnya, sambil mencicipi makanan di restoran-restoran yang ada, yang buka sampai tengah malam. Meniru acaranya Jamie Aditya, after 12, di channel news asia.
    ok salam, firnaz.

  2. tersedia zakat/sadakah dari negara timteng.buat yang membutuhkannya.100 persen sumbangan bukan pinjaman.max 10 juta/keluarga.tel.021-87902688.umar alhadad kp sukahati bantar,citeureub.buruan.yang lambat entar gak kebagian.juga tersedia bea siswa ke mesir azhar/mekah king abdul aziz.gratis mondok/study,uang saku.

  3. Kami sdh 3 kli mncoba buat amplang tp.. Ko’ msih sering kras ya..klu pun mengmbng tp bgian dlmnya lembek, gmm ya..?

  4. Mba, sy mau minta no. Yang bisa dihubungin dr toko oleh” amplang karya kita itu ada ga ??
    Soalnya pengen banget beli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s