Perang Bali, Sejarah ala Saksi Mata


perang bali

Judul: Perang Bali
Penulis: I Gusti Ngurah Pindha
Penerbit: Dolphins
Halaman: 450
Harga: 75.000

Peringatan:

1.Ini bukan buku sejarah biasa ala pelajaran SD-SMU yang biasa dibaca di sekolah menengah yang penuh doktrinasi. Sama sekali bukan.

2.Ini juga bukan buku sejarah ala biografi atau otobiografi yang lebih menonjolkan heroisme tokoh utamanya, atau penulisnya. Jelas bukan. Tak ada unsur narsis di sini.

3.Ini juga bukan buku sejarah yang layak difilmkan ala ‘Serangan Fajar’ atau ‘G30S/PKI’ yang box office itu. Jelas bukan. Ini jauh lebih layak difilmkan dari sekedar propaganda murahan tentang heroisme ala Rambo.

Lalu ini buku sejarah jenis apa? Baiklah saya uraikan sedikit isinya..

00000

Usai Jepang menyerah kepada sekutu yang dilanjutkan dengan proklamasi kemerdekaan RI oleh Sukarno-Hatta, bukan berarti penduduk Bali merasakan kebebasan. Justru mereka masih menghadapi tentara Jepang dan anteknya yang bersenjata lengkap dan enggan menyerahkan senjata. Ketika datang tentara sekutu yang ditunggangi NICA, rakyat Bali pun siaga. Jangan-jangan Belanda hendak menjajah kembali. Maka para pejuang Bali yang tergabung dalam TKR Sunda Kecil pimpinan I Gusti Ngurah Rai melakukan perlawanan. Karena terdesak, Pak Rai –sebutan akrab I Gusti Ngurah Rai dalam buku ini- meminta bantuan ke Jawa. Sementara itu pasukannya berpencar melakukan gerilya lokal. Ketika akhirnya Pak Rai kembali, pasukan pun bersatu, melakukan gerilya di hutan-hutan dan gunung-gunung dengan dukungan rakyat desa yang setia. Di permukaan, perjuangan ini berakhir ketika terjadi perang di Desa Marga yang kemudian terkenal sebagai perang puputan Margarana dalam sejarah.

Namun benarkah perjuangan rakyat Bali berakhir usai peristiwa Margarana? Bagaimana perjuangan rakyat Bali yang sesungguhnya? Apa benar Pak Rai memerintahkan melakukan puputan dalam perang itu? Bagaimana dengan tuduhan yang dilontarkan pembesar RI bahwa Pak Rai melakukan kesalahan strategi perang? Semua pertanyaan di atas diungkapkan secara jujur dalam buku yang ditulis oleh I Gusti Ngurah Pindha ini. Pak Pindha adalah anak buah I Gusti Ngurah Rai dalam perang gerilya yang dimulai sejak pasca proklamasi kemerdekaan hingga peristiwa Margana.

Continue reading