Tambak Garam Rakyat .. Oh Nasibmu!


Pagi itu kami berangkat. Membelah barat. Nuju terang bianglala. Tepat di pangkal tambak garam, mentari keburu memburat. Merah langit. Sorot gelap sekeliling. Dingin udara menusuk tulang. Sekejap saja.

Lalu sekitar mulai berbinar. Kilau emas memantul dari air seputaran. Dimana ini? Tanya saya. Mirip di negeri kincir angin, karena puluhan kincir penuhi sekeliling. Mirip negeri yang dikelilingi kanal, karena nampak sebuah kanal alirkan air. Iya, air yang dipompa dari dalam tanah, lalu meruah isi sekitar, puluhan hektar tambak garam.

kerontang. merongkah.

Continue reading