Tags

,


Rasanya tak lengkap keliling Madura tanpa mencari tahu apa itu ramuan madura. Beruntung ketika di  Madura saya sempat menginap di rumah sepupu di Kalianget. Sepupu saya yang asli Medan ini menikah dengan perempuan asli Madura. Istrinya adalah seorang bidan yang hebat, dan dikenal di kampungnya, Anis namanya. Suatu hari iseng-iseng saya bertanya, “Nis, tahu ramuan madura nggak?”

Anis sejenak diam. Lalu menjawab. “Ramuan madura yang mana? Ada dua lho, khusus buat laki-laki dan perempuan.” Kali ini giliran saya yang terbengong. Saya pikir ramuan madura itu nama lain racikan jamu madura. Ternyata obat kuat.

ramuan tongkat pottre
ramuan tongkat pottre

Singkat kata, Anis lalu menjelaskan kalau ramuan madura untuk lelaki kini sudah dikemas dalam bentuk pil. Sementara yang buat perempuan, ada dua jenis yang umum dijual, yaitu dalam bentuk serbuk dan tongkat. Yang berbentuk tongkat disebut juga tongkat pottre atau tongkat ajaib.

Lalu apa fungsi ramuan madura ini? Manjurkah?

Anis menghela nafas. Lalu berkisah tentang pengalaman pribadinya dengan ramuan madura ini. “Masmu pernah minum yang pil itu, cuma seperempat saja. Tapi efeknya luar biasa. Pedangnya bisa  tegang sampai berjam-jam.”

Wow.. hebat ! “Enak dong,” sahut saya tak sadar.

“Enak apanya, masmu jadi kesakitan. Barang yang terus menerus tegang itu berbahaya. Bisa kaku ujungnya, dan membawa kematian. Sejak saat itu dia berhenti minum ramuan madura.”

Tapi kalau yang minum penderita lemah syahwat atau ejakulasi dini, mungkin ada juga manfaatnya, pikir saya.

Sementara ramuan madura khusus wanita ditujukan untuk membuat liang kemaluan seret. Ramuan yang bubuk biasanya dioles-oleskan di sekitar kemaluan. Ramuan ini bisa membuat kemaluan perempuan  bergetar terus menerus ketika melakukan senggama.

Sedang ramuan yang berbentuk tongkat dimasukkan ke dalam kemaluan beberapa menit sebelum melakukan senggama. Ramuan ini berfungsi menyerap cairan dan membuat kemaluan terus-terusan bergetar, seperti dibor. Manjurkah?

“Awalnya manjur. Tapi lama kelamaan menimbulkan rasa sakit karena cairan vagina kita berkurang. Gesekannya jadi terasa nggak nikmat,” aku Anis jujur.

“O ya?” Heran juga saya.

“Iya, masmu melarangku menggunakannya sekarang. Katanya lebih baik pakai cara alami saja, toh kami sudah punya tiga anak dan tidak mengalami gangguan seksual,” tambahnya.

Namun Anis mengakui bahwa pada perempuan yang sudah melahirkan anak secara normal, vaginanya akan kendor. Karena itu dia menyarankan agar mereka melakukan vaginoplasty atau biasa disebutnya repair alias permak vagina. Anis mengaku sering menerima pasien, ibu-ibu akseptor KB yang meminta vaginanya dipermak. Alasan mereka karena sudah tidak menikmati hubungan seksual lagi. Mungkin karena mulut vaginanya terlalu lebar.

“Lama nggak melakukan permak yang begituan?” tanya saya.

“Nggak sampai satu jam. Cuma merusak sedikit jaringan di dalam vagina lalu menjahitnya kembali.”

“Sakit dong,” kata saya, ngeri juga membayangkan kemaluan kita dirusak sedikit lalu dijahit lagi.

“Nggaklah, kan dibius,” bantahnya.

Kata Anis dengan repair, sebutan akrab permak vagina ini, hubungan seksual suami istri dapat ditingkatkan kualitasnya. Jadi sah-sah saja cara ini dilakukan, demi kebaikan dan kebahagiaan perkawinan.

“Sayangnya saya nggak diijinkan Masmu melakukan permak vagina,” keluh Anis.

“Kok aneh, memangnya kenapa?” tanya saya keheranan.

“Ya iyalah, dia nggak rela punya saya dipermak orang lain. Mau nunggu anak saya Melly nggak lulus-lulus kuliah perawatnya.” Anak pertama Anis, si Melli memang mengikuti jejak ibunya.

Hahaha… ada-ada saja si Anis ini. Nggak kebayang jika benar si Melly yang melakukannya.