Tags

,

Awal tahun lalu dalam perjalanan keliling Sumatra, saya sempatkan singgah dan menginap di rumah kawan lama, di Palembang. Ibu kawan tadi pernah menderita kanker mata cukup parah sehingga terancam kebutaan. Benjolan di matanya membesar dengan cepat, aktivitasnya merajut pun terganggu.

Sejak saat itu, ibunda rajin meminum racikan teh dari buah mahkota dewa. Tak hanya itu, dia juga menanam beberapa pohon mahkota dewa di halaman rumahnya. Alkisah, karena ketekunannya meminum teh mahkota dewa, sel-sel kankernya hancur. Ketika dilakukan operasi kelak, dokter tinggal mengangkat sel-sel kanker yang mati. Ketika bertemu saya, ibu kawan nampak sehat, kedua matanya bisa melihat jelas, tak nampak bekas dia pernah dioperasi atau menderita kanker mata.


Si ibu punya hobi yang unik di rumah. Setiap pagi dia menjumputi buah mahkota dewa yang terjatuh dari pohon. Buah berwarna kemerahan itu dicuci, daging buahnya lalu diiris-iris halus, mirip dirajang, untuk dijemur. Ketika kering, bentuknya mrungkel-mrungkel mirip teh, namun berwarna coklat kemudaan.

Walau sudah sembuh, si ibu masih rajin ngeteh buah mahkota dewa. Dia bahkan mengirimkan teh buatannya ke beberapa teman dan kerabat yang terkena kanker, gratis pula, sebagai tanda syukur atas kesembuhannya. Ketika meninggalkan Palembang, si ibu pun mengoleh-olehi saya dengan teh mahkota dewa satu kantong penuh.

Kelak, hanya sedikit teh ini yang saya konsumsi.Sisanya saya gantung begitu saja dalam kresek di gantungan baju dalam kamar. Untung tak berbau, atau menjamur. Tak ada keinginan saya membuangnya meski berbulan-bulan berlalu. Saya selalu teringat akan usaha si ibu tekun mengiris buah tersebut dulu sambil momong cucunya yang baru 7 bulan.

Beberapa bulan lalu, seorang kawan lama di Surabaya berkisah tentang ketakutannya terkena kanker rahim. Dia baru mengalami perdarahan fatal dan dirawat di rumah sakit. Dia nyaris putus asa, padahal ada dua anaknya, suami yang sehat, dan karirnya yang bagus sebagai dokter spesialis di rumah sakit swasta. Dia baru lega ketika dinyatakan menderita kista saja. Saya pun teringat tabungan teh mahkota dewa yang saya gantung di kamar, dan mengiriminya sebagian simpanan.

Kemarin, kawan dokter berkabar. Dia menghentikan segala pengobatan medis, dan mulai meminum teh mahkota dewa. Ajaib, perdarahannya berhenti walau baru beberapa hari meminum teh. “Teh apa ini? Mujarab betul? Saya bisa beli dimana?” tanyanya.

Saya hanya tertawa. Mahkota dewa (Phaleria marcocapra) alias makuto dewo atau makuto putri atau makuto rojo sudah sejak lama dikenal sebagai tumbuhan obat yang ampuh. Berasal dari Papua, tumbuhan ini banyak ditemukan di lingkungan keraton Jawa. Khasiatnya banyaaak, kalau nggak percaya “gogling” saja hehe.., antara lain di sini dan sinu.

Khasiat mahkota dewa karena beberapa zat ajaib yang dikandungnya, seperti alkaloid yang bersifat menetralisir racun; saponin yang meningkatkan kekebalan tubuh; flavonoid yang anti oksidan sekaligus mengurangi rasa sakit dan peradangan; juga polifenol yang anti alergi.

Dari pengalaman, paling enak memperbanyak tanaman ini dengan menanam buahnya yang mulai membusuk. Tapi agak lama juga berbuahnya, hampir setahun. Itu menurut kata ibu teman saya tadi. Selain buahnya, batang, daun, hingga cangkang buahnya juga berkhasiat. Tapi saya pilih ngeteh ala ibu teman, paling gampang. Tinggal dirajang, dijemur, kalau sudah kering betul tinggal dijarang atau diseduh dengan air panas, mirip membuat teh biasa. Kalau nggak tahan rasa pahitnya, tinggal ditambah madu hutan. Teh umumnya diminum 2 kali sehari, pagi dan petang. Tak ada efek sampingannya, kecuali membuat tubuh ngantuk lalu segar setelahnya.

Kalau mau berhasil, jangan hanya diminun beberapa hari atau minggu, tapi jadikan kebiasaan sebagai pengganti minum teh. Begitu gejala kanker nampak lenyap, hilang, jangan langsung berhenti minum teh. Mengapa? karena sel-sel kanker atau tumor butuh sedikitnya 2 tahun untuk berkembang dan muncul, maka butuh sekurangnya dua tahun pula untuk penyembuhan. Kalau tidak, akan muncul kembali. Mau coba? Silakan hehe..

*tulisan ini dibuat untuk melayani permintaan beberapa teman tentang pengobatan alternatif kanker yang murah, terjangkau, dan tokcer (tapi bukan hendak menyaingi dokter) :-p

Advertisements