Tags


Kalau bekerja di Indonesia, dijamin menjelang lebaran akan mendapat THR. Biasanya THR berupa sebulan gaji. Di Malaysia yang menjadikan Islam sebagai agama negara itu, lain lagi THR-nya. Ketika saya memburuh di sana, tepatnya di pabrik penghasil pcb di Sebrang Prai, Penang, bonus sebulan gaji tak diberikan jelang lebaran, tapi jelang Imlek. Kami menyebutnya bonus tahunan. Besarnya sekali gaji pokok sahaja. Jadi tidak termasuk tunjangan plus plus.

Lalu bagaimana jika lebaran atau natal? Biasanya sebulan jelang lebaran dan paska lebaran, produksi akan meningkat tajam. Buruh pabrik pun dipaksa lembur luar biasa. Bagian produksi mulai operator, supervisor, teknisi, hingga insinyur akan bekerja dua minggu malam berturut-turut, libur sehari, lalu dua minggu pagi berturut-turut. Nyaris tak ada libur. Bahkan di tahun pertama, libur lebaran hanya pada lebaran hari pertama, pada pagi saja. Malamnya, ada lembur.

Ketika pabrik tempat saya bekerja masih bernama Solectron, pada tahun pertama lebaran saya, bonus hanya berupa makanan KFC saat lembur di 2 hari lebaran. Iya, mereka yang mau bekerja lembur di hari raya akan mendapat paket KFC dan minuman ringan.

Pada tahun kedua, karena keuntungan pabrik lumayan, jelang lebaran kami mendapat sebuah parcel. Parcel itu tingginya lebih satu meter, isinya beraneka makanan. Mulai beberapa permen coklat, susu, kopi, teh, biskuit, cake buah, sirup, buah kaleng, dan semacamnya. Kalau diuangkan, harganya senilai 200 ringgit. Banyak kawan yang mengirimkan parcel itu ke kampung halaman sebagai oleh-oleh. Beberapa kawan baru menghabiskan parcel 2-3 bulan kemudian, saking banyaknya.

Pada tahun ketiga, THR menjelma menjadi voucher belanja ke supermarket Sunshine senilai 80 ringgit sahaja. Cukup buat beli milo, susu, biskuit, atau pembalut wanita. Kalau buat belanja baju, mesti nambah uang sendiri. Hehehe..

Pada tahun keempat, kebetulan saya masih bekerja di pabrik yang sama. Hanya kini kepemilikan pabrik tak lagi dinamai Solectron, tapi Flextronics. Pemilik sahamnya bukan lagi negeri Paman Sam, tapi Taiwan. Jelang lebaran, hati kami pun berdebar. THR apa lagi yang bakal dibagikan? Hingga seminggu jelang lebaran, tak jua keluar pengumuman tentang bingkisan raya.

Kemudian, supervisor kami mengumumkan bahwa masing-masing buruh berhak atas kupon yang bisa ditukar dengan dua kilogram gula pasir! hahaha.. banyak orang yang mencibir. THR kok seharga tiga ringgit saja, tapi ada pula yang berbesar hati. Lumayan, bisa buat manisan kolang-kaling. Saya sendiri tak tega menukar kupon tadi dengan gula, jadi saya berikan kawan saja. Saya bukan pengkonsumsi gula utama sih! Sekilo gula baru habis 3-4 bulan. Yang penting, dapat bagian manisan kolang-kaling. hehehe… 😀

“Selamat merayatkan Idul Fitri 1432 H, Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin”