Tags


Baiklah saya ceritakan tentang pengarang ‘gila’ satu ini. Marjane Satrapi namanya. Saya mulai membacanya etika karyanya Persepolis disebut-sebut sebagai salah satu novel grafis terbaik di dunia dan jadi rujukan penulis maupun pembaca novel bergenre ini.

Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul ‘Revolusi Iran, Dongeng Seorang Anak’, dan diterbitkan Resist Jogjakarta. Buku yang membuat saya tergelak, karena satir dicampur nyindir dan nyinyir. Dengan santainya  Marji -nama panggilannya-  menggambarkan kepedihan tragedi negaranya dengan gaya kocak dan kerap ‘meluap’.

cover buku

Buku keduanya yang saya baca adalah ‘Embroideries’ alias bordir. Hahaha.. lagi-lagi buku ini bikin ngakak. Bukan karena kisahnya dimulai dari sekumpulan perempuan pada acara minum teh, bukan juga karena curcol mereka soal lelaki dan kelaminnya, dan kehidupan ranjang yang ‘ditabukan’ di Iran. Tapi dari gaya bertuturnya, baik teks maupun gambar, yang sangat-sangat feminis penuh olok-olok.

Sebuah misal, ketika gadis berumur 13 tahun dikawinkan dengan seorang jendral berumur 56 tahun, setiap hari tak henti dia berdoa :

Tuhan, buatlah dia mati

Tuhan, buatlah dia kena kanker

Tuhan, biarlah dia ditabrak mobil

Tuhan, buatlah dia kena serangan jantung

Tuhan, buatlah dia dibunuh perampok

Tuhan, putuskanlah urat-urat nadinya

Doa yang baru dikabulkan Tuhan 4 tahun berikutnya! Hahaha..

Lalu ada perbandingan tentang enaknya menjadi simpanan ketimbang seorang istri. Kenapa?

Istri hanya urus sampah suami, misalnya :

pakaian-pakaian kotornya

pakaian dalamnya yang menjijikkan

napasnya yang bau

wasirnya yang kadang-kadang kumat

suasana hatinya kalau sedang buruk

dan marah-marahnya

Sedang jika suami mendatangi pacar gelapnya,

pakaiannya selalu licin dan rapi

giginya putih cemerlang

napasnya wangi

suasana hatinya bagus

dia senang bercakap-cakap

dia akan memuji: ‘kau cantik dan cerdas, bersamamu aku tidak pernah bosan, kau mutiara yang langka’

dan.. dia datang untuk bersenang-senang denganmu

Tidak percaya? Coba buktikan! Hahaha.. (*saya yakin 90% terbukti :D)

Namun Sartrapi tak hanya piawai melihat kelemahan lelaki, ada juga saat dia mengolk-olok kaumnya yang menangisi lelaki yang menipunya. Si perempuan percaya begitu saja kepada lelaki yang cuma minat pada hartanya, hanya semata karena si lelaki nampak ganteng, bermartabat, dan laen-laen (penyakit perempuan hahaha!)

Embroideries selain bermakna harfiah bordir, berarti juga ‘jahit selaput darah’, yaitu bila masih ada lelaki yang merewelkan selaput darah alias kesucian perempuan, maka alternatifnya silakan jahit selaput darah Anda. 🙂

Saya rasa buku ini wajib dibaca kaum hawa, agar lebih instropeksi sekaligus bisa menilai diri sendiri sambil tertawa.

*seperti pernah saya tulis dalam sebuah note fb pada 28051