Tags

,


Sore itu, ketika mengunjungi Benteng Hollandia di Lonthoir kali pertama, saya terpikir akan sebuah naskah. Sebuah kisah tentang Banda. Mirip kisah perjalanan ala fiksi. Kisah asal tulis yang menggabungkan pengalaman pribadi dan fantasi. Sebuah kisah ‘ala tahi’ menurut seorang teman. Maka lahirlah kisah ini, Surat dari Banda. Banyak terimakasih kepada kawan JC yang pertama menghubungi saya dan berminat memuat di  medianya, baltyra. Saya sendiri seperti kehilangan tenaga untuk menulis saat ini.

Tentang Banda Kepulauan, banyak yang ingin saya kisahkan. Cerita tentang Banda selalu mengalun setiap waktu, terutama ketika otak saya sedang kosong. Cerita tentang Banda membentuk kata-kata di kepala, namun segera kehilangan nyawa ketika jari-jemari saya menyentuh tuts-tuts keyboard laptop. Maka saya buat saja serial foto dan sepenggal kisah tentang Banda yang bisa dilihat dan dinikmati di album foto dan kisah Islands of Nutmegs ini.

Saya undur diri sejenak.