Tags

Dulu, Banda mirip emas bagi para imperialis. Itu karena adanya tanaman pala. Pala memberi berkah Nederland nan jauh, juga negeri orang Kastilia dan Lusitania. Bahkan Britania merasa perlu menyebarkan Myristica fragans ke Pulau Penang, Kepulauan Karibia, khususnya Grenada untuk menembus monopoli pala Hindia Belanda.

Kelak, buruh dan budak pemetik pala yang didatangkan dari Jawa, Buton, dan Papua ini menjadi penduduk generasi kedua Banda Kepulauan paska JP Coen membumihanguskan Orang Banda asli. Mereka pun akhirnya menjadi petani pala paska kemerdekaan.  bukan petani dalam arti yang sesungguhnya, karena sedikit yang bisa memiliki tanah. Mereka buruh tani pala, yang bekerja pada kebun-kebun pala warisan Belanda yang kini menjadi milik pemda setempat tapi dioperasikan oleh perusahaan swasta. Konflik antara petani pala Banda dan PT bisa Anda baca di Surat dari Banda (3) ini.

Ini rangkaian tulisan terakhir walau masih banyak yang ingin saya ceritakan. Mungkin nanti ketika ada sela. Bukankah tutur bisa digulir dalam butir-butir batu, kerikil, atau pasir? Mendengarlah dan mendengar, ketika pala ‘mengada’.

Salam,

 

Advertisements