Tags

,


Masih terngiang keluhan seorang teman. “Ada apa dengan orang Indonesia? Sedikit punya uang pasti ke Bali. Banyak isi kocek, maka terbang ke luar negeri. Indonesia kan bukan hanya Bali.”

Lain lagi ketakutan seorang karib. “Apa? Ke Bali? Bali kan mahal. Pasti lu lagi banyak duit mo jalan ke Bali.” Ahahaha…

Kalau Anda pergi ke Bali, tinggal di hotel berbintang, melakukan petualangan mirip arung jeram di Sungai Ayung atau bogie jumping, tentu mahal di ongkos. Tarif yang harus Anda bayar tak lagi di matarupiahkan, tapi dolar Amerika. Namun wisata ke Bali tak melulu mahal, bisa juga murah meriah, asal tahu caranya.

Berikut tips dan triks menikmati pulau dewata dengan murah.

  1. Bila Anda berangkat dari Jawa, gunakan saja kereta ekonomi. Kereta ekonomi kini jadi kendara umum yang nyaman, selain murah. Sebagai bayangan, angkutan kereta dari Jogjakarta ke Banyuwangi hanya Rp90.000. Semua penumpang dijamin dapat teman duduk. Kereta pun dibebaskan dari asap rokok, meski terkadang ada juga penumpang yang melanggar karena ‘buta huruf’ dan malas pergi ke sambungan gerbong untuk ‘ngebul’. Kereta pun jarang terlambat. Nyaris on time, malah kadang terlalu cepat sampai. Selain itu, pengemis dan pengamen tak sebanyak dulu. Yang penting, biarkan pedagang asongan masuk. Demi mendapatkan makanan murah. Tentu saja, Anda harus memesan tiket antara 1-7 hari sebelum keberangkatan.
  2. Feri dari Banyuwangi ke Gilimanuk dan sebaliknya beroperasi selama 24 jam. Jika Anda naik bus dan turun di Terminal Banyuwangi, Anda memang butuh ojek menuju pelabuhan feri. Sebaliknya, jika naik kereta api, cukup berjalan kaki dari stasiun ke pelabuhan penyebrangan. Ongkos menyebrang sekitar Rp6000.
  3. Jika kemalaman sampai di Gilimanuk, berjalan kaki saja menuju terminal. Di sana Anda bisa tidur dan menunggu bus ke Denpasar  atau Singaraja. Terminal Gilimanuk relatif aman dan bebas dari preman. Kondektur bus yang ngetem di sana pun ramah. Biasanya bus pertama berangkat pukul tiga dini hari.
  4. Jangan lupa membawa KTP dan SIM ketika ke Bali. Pemeriksaan KTP dilakukan ketika keluar dari feri penyebrangan menuju terminal. Sedang SIM diperlukan untuk menyewa motor atau mobil. Ongkos sewa motor di Bali sangat murah, hanya Rp 35000 per hari. Dibanding dengan naik angkutan umum yang muahaaal dan sangat lama, serta terbatas jam operasinya, lebih baik sewa motor atau mobil. Ongkos sewa mobil berkisar antara Rp150.000 – Rp250.000. Hanya, untuk sewa mobil perlu jaminan dari kawan yang tinggal di Bali. Dengan membawa motor atau mobil, kita bebas menjelajah Bali dengan ongkos murah meriah.
  5. Banyak penginapan di Bali yang murah meriah. Losmen dilengkapi kamar mandi dalam seharga Rp 75.000-Rp100.000 banyak bertebaran di sepanjang obyek wisata. Kamar ini bisa ditempati 2/3 orang. Irit dan meriah. Yang kadang bikin geleng kepala.  ketika menginap bukannya diminta KTP dan membayar dulu, justru disodori kunci pintu kamar. Bayar dan data KTP baru belakangan saat mau pulang.
  6. Jangan lupa membawa peta. Peta sangat berguna di saat menjelajah tempat wisata. Kadang, ketika Anda bertanya kepada seseorang di tempat umum, dan kebetulan dia agen wisata atau guide liar, Anda akan digiring untuk memakai jasanya. Jelas itu merugikan Anda. Lebih baik Anda bertanya pada penduduk sekitar. Selain ramah, mereka pun mengatakan kondisi sebenarnya.
  7. Soal makan, pilihlah pasar tradisional atau warung pinggir jalan. Di Desa Munduk misalnya, masih bisa ditemukan jajanan pasar seharga Rp500 dan bubur seharga Rp2000. Segelas kopi plus sepiring mi instan di warung-warung tepi jalan tak pernah melebihi Rp 5000. Kalau Anda muslim dan hendak  mengonsumsi daging mirip bakso dan sate, pilih daerah  sekitar bedugul. Di sana, bisa ditemukan kampung muslim.
  8. Kalau ingin membeli oleh-oleh yang murah meriah, Pasar Sukowati tempatnya. Namun banyak pula kerajinan yang dijual sesuai isi kocek jika Anda rajin masuk pasar-pasar tradisional di berbagai tempat. Misalnya di desa-desa sekitar Singaraja, Klungklung, atau Karangasem.
  9. Yang terpenting, jagalah sikap dan kesopanan. Pemeo ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’ selalu berlaku di mana pun Anda berada. Keramahan, kemauan menyapa dan melebur dengan penduduk sekitar, kerap menuai persahabatan dan pertolongan yang sering tak Anda rencanakan.

 Selamat berjalan-jalan😀