Tags

, ,


versi aslinya

Kubayangkan Elwyn Brooks White sedang terpekur di atas meja kerjanya. Memeriksa catatan-catatan yang dianggapnya dulu tidak penting, namun kini menjadi ide yang berbinar. Tiba-tiba seorang kolega mendekatinya, membisikkan sesuatu. Membuat lelaki yang terkesan pemalu dan tak mau diganggu itu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak.. tidak,” bisiknya.

Seiring koleganya pergi menjauh, White pun bangkit meninggalkan kursi kayunya. Berjalan memutari tungku penghangat ruangan, menghilang menuju lorong rahasia. White, lelaki yang membenci publikasi. White, lelaki yang tak ingin dikorek pribadinya. White, hanya ingin orang mengenal karyanya, bukan dirinya. White, si penulis ‘Charlotte’s Web’ dan “Stuart Little’ itu.

Ooooo

Suatu hari seorang kawan mengirimiku salah satu buku terbitannya, ‘Laba-laba dan Jaring Kesayangannya’. Buku terjemahan dari ‘Charlotte’s Web’. Versi aslinya sudah kubaca lebih dulu dengan menyewa di c2o library, buku anak yang bagus, sangat bagus, baik isi ceritanya maupun caranya berkisah. Aku terlena dengan gaya bertutur White yang mirip bernyanyi, dengan pesan moral yang ditanamkan lewat tokoh utamanya, seekor laba-laba bernama Charlotte dan temannya si babi, Wilbur.

versi terjemahan, diterbitkan dolphin

Bagian yang paling kusuka adalah saat Wilbur bertanya kepada Charlotte, mengapa dia mau menolong dirinya. Padahal, Wilbur merasa tak melakukan hal istimewa buat Charlotte. Jawab si laba-laba sungguh sederhana, ‘karena kau mau menjadi temanku.’ Tapi ada juga jawaban filosofis,  ‘What’s a life, anyway? We’re born, we live a little while, we die. a spider’s life can’t help being something of a mess, with all this trapping and eating flies. By helping you, perhaps Ii was trying to lift my life a trifle. Heaven knows anyone’s life can stand a little of that’.

Dalam hidupnya yang singkat, Charlotte mengisinya dengan sesuatu yang berarti, menyelamatkan Wilbur dari kematian lewat jaring-jaring laba-laba yang diciptakannya. Wilbur pun membalas dengan sesuatu yang berarti, menyelamatkan ke-514 telur Charlotte agar dapat menetas semua menjadi anak laba-laba. Life is always a rich and steady time when you are waiting for something to happen or to hatch. Itulah perasaan Wilbur ketika menunggu telur-telur Charlotte menetas, mengharap sesuatu yang indah terjadi. Perasaan kita semua jika sedang menunggu-nunggu sesuatu yang baik dengan penuh harapan.

Ooooo

Terjemahannya, ‘Laba-laba dan Jaring Kesayangannya’ tidak kalah bagus dengan buku aslinya dari segi bahasa. Penerjemah berusaha keras mengalihkan ke bahasa pop yang lebih mudah dicerna anak-anak. Bukankah ini memang novel anak? Kalau ada beberapa kata atau kalimat yang ‘kurang pas’, itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan konteks kalimat. Agar lebih membumi. Begitu kata penyuntingnya, Salahuddien Gz.

Kalau kita pembaca ‘advanced’, memang menyukai buku aslinya. Namun tak semua bisa membaca dalam bahasa Inggris, terutama anak-anak. Buku aslinya sendiri bukannya mudah didapat. Sampul buku ini pun bagus, ceria, berani berbeda dengan sampul aslinya. Seolah menggambarkan indahnya harapan, dunia, persahabatan.

Ooooo

Charlotte’s Web berkisah tentang seekor babi yang nyaris dibunuh ketika lahir karena terlalu kerdil. Putri pemilik babi, Fern, lalu menyelamatkannya dari tangan ayahnya, Pak Arable. Babi itu diberinya nama Wilbur. Kelak Wilbur dibeli paman Fern, Homer Zuckermen.

Jelang natal ketika Wilbur tumbuh menggemuk, Paman Homer hendak memotongnya. Wilbur ketakutan, tapi berkat bantuan sahabat laba-labanya, Charlotte, Wilbur selamat. Charlotte merajut kata ‘Babi Hebat’ di jejaringnya. Membuat orang sekitar peternakan heboh. Kelak Charlotte terus menyelamatkan Wilbur dengan merajut kata di jejaringnya, hingga ajalnya tiba. Meski Charlotte telah tiada, anak cucunya tetap menjadi sahabat Wilbur di masa depan.

Kisah persahabatan antara Wilbur, Charlotte, dan kawan-kawan penghuni kawasan peternakan dan pertanian Homer ini dilukiskan menarik dan hidup oleh White. Membuat buku ini patut dikenang sepanjang masa.

Ooooo

Lahir di Mount Vernon, New York, 11 Juli 1899, White mulai menulis fiksi anak ketika berumur 31 tahun untuk menghibur keponakannya, Janice Hart White. White sendiri banyak menghabiskan masa tuanya di tanah pertaniannya di Maine. Namun keberadaan pertaniannya dirahasiakannya. Dia memang membenci publikasi diri, walau lama bekerja sebagai staf di majalah The New Yorker.

Beberapa penulis mungkin dengan senang hati membuka jati diri dan kehidupan pribadinya untuk mendongkrak publikasi karya-karyanya. Namun beberapa yang lain lebih suka ‘senyap’, terus berkarya, dan tak ingin masyarakat mengendus kehidupan pribadinya. Jenis yang kedua ini kutemukan pada White, lelaki pemuja kesenyapan. Lelaki yang melindungi dunia nyamannya dari pikuk gosip dan pujian. Kurasa, dengan begitu karya-karyanya lebih leluasa bernyanyi dan bersuara.

Catatan:

-sekedar uneg-uneg tentang buku, bukan review