Tags

, ,


ruangan di Mount Miriam Cancer Hospital

Ketika mengunjungi Pulau Penang saya sempatkan mampir di Mount Miriam Cancer Hospital, rumah sakit khusus penderita kanker. Bukan karena saya ‘cancer survivor’, tapi banyak email yang masuk di blog menanyakan tentang rumah sakit kanker yang bagus di negeri jiran.

Ada juga email yang berkisah tentang keberhasilan menjalani perawatan kanker di Mt Miriam, paska divonis umur tinggal beberapa waktu lagi oleh rumah sakit kanker di tanah air.

Rupanya, setelah saya telisik, banyak pasien kanker asal indonesia yang sebelumnya sudah ‘habis-habisan’ berobat di rumah sakit tanah air, dan tak membawa perubahan, lalu berobat di sini dan berhasil. (Saya tak bermaksud promo, karena saya bukan pasien Mt Miriam).

Di Mt Miriam, saya disambut beberapa staf rumah sakit dengan ramah. Ada Candi Chong, Wan Liyana, dan Sundrrammah. Kami berbincang hal medis dan tata cara pengobatan kanker.

Mt Miriam memberi banyak kemudahan dalam perawatan kanker. Mulai penjembutan pasien di bandara yang gratis, taksiran bea perawatan total agar keluarga pasien siap sedia sebelumnya, hingga ruang inap bagi keluarga pasien.

Saya teringat ibu kawan yang harus menjalani kemoterapi 6 tahun lalu. 10x kemo waktu itu beanya Rp 80 juta. Ternyata, bea kemo di mt miriam saat ini masih lebih murah dari bea ibu kawan tahun itu, dengan jenis kemo yang sama. weleeeh!

Bila Anda tertarik berobat di Mt Miriam, bisa berkonsultasi langsung ke email berikut: patientcoordinator@mountmiriam.com

Apapun bisa Anda tanyakan, mulai jenis perawatan, berapa lama perawatan, dan yang terpenting taksiran bea yang dikeluarkan. Ini penting. Karena berobat di negeri orang butuh persiapan khusus dan matang.

Salam ‘cancer survivor’ (walau saya belum bisa dinyatakan bebas kanker 90%, nunggu sampai 5 tahun dulu, paska operasi terakhir).

Link terkait : Wisata Kesehatan di Penang