Tags


Ada informasi dari sebuah blog para backpacker agar ‘puasa’ dalam perjalanan. Carilah air putih gratisan, makanlah roti dari 7-11 untuk menghemat bea perjalanan.  Tak peduli kaki lima dengan aneka penganan murah menggiurkan, menggoyang lidah.

ini saya punya sayur hehe

Saya tak bisa ikut tips di atas. Setidaknya, tak berlaku buat saya. Bagi saya saya lebih baik setiap hari berjalan kaki belasan kilometer ketimbang harus menghemat makan. Yah, menghemat bea transportasi oke, tidur di kamar beramai-ramai alias dormitory boleh saja, tapi menyumpal perut dengan roti dan air putih, saya tak bisa.

Buat saya, selalu ada cara untuk menemukan makanan murah meriah. Kalau di restoran mahal, ya cari saja di sepanjang jalan. Bukankah tujuan kita jalan-jalan juga untuk memberi keuntungan material kepada negeri atau tempat yang kita kunjungi? Mosok yo gratisan. Jadi membeli makanan lokal, walau mumer, berarti kita sudah berkontribusi terhadap pariwisata tempat tersebut.

Merasai makanan dan masakan lokal, sensasinya luar biasa. Syukur-syukur jika makanan lokal itu disajikan dalam pesta rakyat atau festival yang jelas-jelas ‘free’. Itu keuntungan ganda.

Berikut tips saya berburu penganan murah saat berkeliling negara tetangga, Thailand-Kamboja-Malaysia yang dimuat di blog tetangga. Sengaja saya sebutkan harganya agar yang membaca bisa mengira-ngira berapa dana yang mesti dikeluarkan.

Selamat berjalan 😀