Tags

, , , ,


Sejak diterbitkan akhir November 2012, buku Negeri Pala menuai keuntungan ‘cukup’. Lumayan buat ukuran buku POD yang diterbitkan dengan modal Rp500.000 (Kebetulan saat itu tabungan saya terkuras buat bea hidup selama 2 bulan keliling Asia Tenggara dan bea buat rumah yang saya tinggalkan) untuk mendapatkan beberapa belas eksemplar yang pertama.

 banda1Prinsip saya waktu itu, cukup beberapa puluh orang yang membaca, asal tujuan buku menembus kepedulian orang Indonesia akan Banda tercapai. Ternyata, sasaran terpenuhi. Buku dibaca oleh mereka yang pernah ke Banda dan terkesan akan kepulauan nan jao itu, juga oleh beberapa peneliti, dan traveler. Bukan lagi dalam angka beberapa puluh, tapi seratus lebih. Keuntungan untuk baksos yang terkumpul Rp 500.000 lebih, setara dengan bea untuk mengirim barang ke Banda sekitar 20 kg (via partai besar) dengan jasa pos. Sangat lumayan.

Usai mengumpulkan dana paket pos, saya bergelimang dengan jenis barang yang bakal dikirim. Di antaranya buku. Ada tiga jenis buku utama yang menjadi perhatian saya, tentang ensiklopedi ikan laut, pengolahan dan pengawetan ikan, serta tanaman obat yang dapat dikembangkan di Banda. Alasan saya sederhana,

1.Ensiklopedi Ikan Laut

Saya pilih ensiklopedi ikan laut dengan gambar aneka warna untuk menarik minat anak-anak Banda, khususnya SD dan SMP, agar semakin tertarik dan mencintai alam laut mereka, dan mau melestarikannya. Anak-anak ini pasti tahu dan kenal jenis ikan di sekitar mereka, dalam nama lokal tentunya. Dengan adanya ensiklopedi ini, siapa tahu akan menggugah rasa ingin tahu mereka. Ini hanya sebagian kecil tentang pendidikan berbasis nilai lokal. Sedikit.

2.Pengolahan dan Pengawetan Ikan

Sejak awal, kekayaan laut Banda Kepulauan menarik minat saya. Minimnya pendapatan  nelayan di Banda, membuat saya berandai, jika nelayan dan istrinya tahu bagaimana cara mengawetkan dan mengolah ikan menjadi bahan setengah jadi seperti tepung ikan, atau penganan jadi seperti abon ikan, apakah dapat meningkatkan pendapatan mereka? Tentu saja pegangan buku saja tak cukup, mesti ada pelatihan lebih lanjut. Untuk hal ini saya sedang menjajagi kerjasama dengan CSR beberapa perusahaan yang berorientasi pembinaan wirausaha rakyat kecil.

3.Tanaman obat

Saya hanya berpikir minimnya pelayanan kesehatan di Banda Kepulauan (hanya ada 1 puskesmas di Pulau Neira untuk melayani 6-7 pulau berpenghuni atau sekitar 15 ribu penduduk) membuat pemanfaatan obat tradisional yang diusahakan lewat tanaman obat di halaman rumah sangat dibutuhkan. Kunjungan lalu, beberapa keluarga menitip obat-obatan dari Jawa, serta betapa cepatnya obat yang saya bawa habis karena memang dibutuhkan. Sepintas muncul ide gila, bagaimana jika saya mengajarkan pijat refleksi sekalian, atau meditasi untuk menyembuhkan sakit diri sendiri. Hehehe..

Akhir kata, terimakasih saya haturkan kepada mereka yang telah membeli buku Negeri Pala. Semoga setelah ini, baksos berkelanjutan terus terlaksana. Tak hanya di Banda Kepulauan, tapi juga di pulau-pulau Indonesia Timur Lainnya.

Salam,