Tags

,

Banyak sekali pertanyaan yang saya terima terkait artikel ‘Nikmatnya Berobat ke Penang’ yang berhubungan dengan kista. Tentu saja penanyanya berjenis kelamin jantina alias perempuan. Kista tampaknya menjadi momok yang menakutkan, melebihi kanker payudara atau rahim. Kenapa? Karena penderitanya begitu banyak. Kawan-kawan dekat perempuan di sekitar saya, lebih separonya mengidap kista. Beberapa di antaranya belum menikah, banyak juga yang sudah menikah. Yang sudah menikah ini sebagian belum memiliki keturunan dan menjadi terhambat memperoleh keturunan karena kista. Sebagian sudah memiliki anak dan dikejar mimpi buruk gara-gara berkista. Ketakutan kistanya menjadi ‘biang’ kanker rahim.

kalau ini bukan kista, tapi jamur di desa munduk

kalau ini bukan kista, tapi jamur di desa munduk

Saya kisahkan istri sepupu saya yang tinggal di Makassar. Menikah lebih 8 tahun, tak memiliki keturunan. Orangnya semampai, manis, tak tampak kelainan fisik apapun. Dokter mendiagnosa dia memiliki kista. Berbagai obat telah dikonsumsinya, dan tidak murah harganya. Sekali datang ke dokter minimal Rp700.000 dihabiskannya. Namun kista di tubuhnya tak jua hilang. Terakhir dokter menyarankan dia untuk operasi. Dia menolak karena takut. Saya kurang tahu jenis kista yang dideritanya. Sedang suaminya mencarikan segala ‘tamba’ yang bisa diperolehnya. Sarang semut,mahkota dewa, dan lainnya. Dasar istrinya ‘nggak doyan jamu’, semua usaha tampaknya sia-sia saja.

Ada lagi kisah kawan yang memiliki dua anak yang menderita kista, hingga mengalami pendarahan dan dirawat di rumah sakit. Usai minum teh mahkota dewa, pendarahannya berhenti. Dan saya dengar, hingga saat ini kondisi kesehatannya baik-baik saja. Kawan lain asal kota gudeg tak juga memiliki keturunan walau pernikahannya sudah lebih sewindu. Pernah juga dia mengalami operasi kecil pada rahimnya. Dia diserbu ketakutan, kista dan penanganan paska kista membuatnya ‘mandul’. Sedang tetangga selisih 3 rumah dengan ibu saya, seorang perempuan jelang 50 tahun, belum menikah, tiba-tiba berkisah dideteksi dokter menderita kista. Dia tak begitu panik dan kemudian memilih pengobatan herbal karena keterbatasan financial. Saya tak tahu kabar terakhir, tapi dia tampak baik-baik saja.

Kista memang momok. Apalagi dengan banyaknya kasus di sekitar kita. Banyak sekali pertanyaan yang masuk dan memohon, ‘Tolong, carikan saya dokter kista terkenal di Penang’. Seolah dokter adalah Tuhan, yang bakal membebaskan hidup Anda dari belenggu kista. Saya pernah punya kawan, dua kali menjalani operasi miom-sejenis kista- tapi tak bisa terbebas dari kista. Dokter hanya dapat mengobati gejala penyakit Anda. Mungkin berupa membuang kista Anda. Namun tidak menjamin bahwa kista di tubuh Anda tidak tumbuh kembali. Dokter tak tahu sumber penyebab kista di tubuh Anda. Bahkan, ilmu kedokteran modern pun belum menemukan penyebab pasti kista.

Apa itu kista? Kista adalah kantong  yang berisi cairan, dengan diameter lebih 2 cm yang  terbentuk dalam salah satu  ovarium atau rahim. Kista biasa terbentuk pada rahim wanita pada  masa produktif.

Ada fakta yang sebaiknya Anda tahu tentang kista, sebelum Anda terus berganti dokter karena merasa penyakit kista Anda tak sembuh-sembuh juga. Fakta itu adalah:

1. Seorang wanita minimal pernah memiliki satu kista sepanjang hidupnya.

2. Kista umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, dan pertumbuhannya tidak disertai  gejala apapun. Kista lalu menghilang dengan sendirinya tanpa diobati.

3.Kista yang paling umum ditemukan adalah kista fungsional, yaitu kista jenis follikular dan kista luteral ovarian. Kista folikular terjadi ketika kantong (folikel) tidak meluruh setelah melepaskan telur. Namun biasanya kista jenis ini akan menghilang dengan sendirinya beberapa minggu kemudian. Sedang kista luteral ovarian terjadi jika setelah telur dilepaskan, akan timbul jaringan corpus luteum dalam rahim. Pada sebagian kasus, kista ini menghilang dengan sendirinya beberapa bulan kemudian. Namun ada juga kasus dimana kista robek, pecah, dan menimbulkan nyeri serta perdarahan.

4.Kista yang menyebabkan ketidaksuburan  adalah jenis polycystic ovaries atau PCO. PCO terjadi ketika folikel tempat telur biasa dimatangkan, gagal membuka dan menyebabkan terbentuknya banyak kista sehingga ovarium membesar. Penyebabnya diduga berkaitan dengan masalah ketidakseimbangan produksi hormon di dalam ovarium.

5.Rasa sakit saat menstruasi (endometriosis) kerap berkembang menjadi kista dan mengganggu kesuburan. Endometriosis terjadi  jika ada jaringan pada lapisan uterus yang tumbuh di luar uterus. Jaringan ini dapat menyerang ovarium, dan menghasilkan kista. Sel-sel endometrial ini biasanya dilepaskan setiap bulan ketika sedang menstruasi.

6.Wanita berumur di atas 40 tahun banyak yang mengidap kista jenis cystadenomas. Kista  ini terbentuk dari sel-sel pada permukaan ovarium. Umumnya kista berisi cairan dan bersifat jinak. Dengan melekat di luar ovarium, kista ini dapat terus tumbuh. Walau jarang yang bersifat kanker, kista ini harus dibuang lewat operasi.

7.Kista yang kerap menyerang wanita di bawah umur 30 tahun adalah jenis dermoid cyst. Kista jenis ini berisi jaringan yang mirip organ tubuh lainnya. Ada kulit, rambut, dan gigi. Kista demoid berbentuk mirip tumor, biasanya bersifat jinak. Kista jenis ini harus dibuang lewat operasi.

8.Kadang,  seiring dengan perkembangan kista dalam tubuh, misalnya menjadi besar atau banyak, akan muncul gejala-gejala yang mengganggu dan kadang menimbulkan rasa sakit. Gejala ini berupa: perut membesar atau bengkak sehingga penderita kista dipikir sedang hamil; perut terasa sakit jika digerakkan dan terasa penuh; susah kencing atau kerap merasa ingin kencing; mati rasa di pinggang bagian bawah; rasa sakit yang luar biasa selama menstruasi dan darah yang keluar banyak; berat badan naik; kehilangan nafsu makan dan perut cepat terasa penuh; merasa sakit saat bersetubuh.

9.Ketika penderita kista datang ke dokter, biasanya dokter akan bersikap diam dan menunggu jika  kista di dalam tubuh tak menunjukkan gejala membesar atau rasa sakit. Apalagi jika penderita belum mengalami menopause, karena ada kemungkinan kista akan menghilang dengan sendirinya. Paling-paling dokter akan mengontrol kista penderita setiap sebulan atau tiga bulan sekali, sambil melihat perkembangan yang terjadi. Itu sebabnya banyak pasien tak sabar, ingin kista di tubuhnya segera hilang, lalu belanja dokter. Berpindah berobat dari satu dokter ke dokter lain yang dianggap lebih manjur.

Andai dokter memberi tindakan medis, tindakannya dapat berupa:

1).Jika penderita merasa terganggu dengan adanya kista yang terus berulang, dokter mulanya akan memberi resep alat konstrasepsi yang bisa diminum untuk menghentikan menstruasi. Dengan berhentinya menstruasi, diharapkan akan menghentikan pertumbuhan kista-kista baru.

2).Jika ukuran kista masih kecil dan kista tak berbahaya, maka dokter bisa melakukan laparaskopi untuk membuang kista.

3.Jika ukuran kista sudah besar maka satu-satunya cara membuang kista adalah dengan melakukan operasi.

Catatan

Saran saya, jika menderita Anda menderita kista, sebaiknya tahu benar jenis kista yang Anda idap, berapa besarnya dll. Dapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dari dokter atau ahli kesehatan beserta penanganan apa yang mesti diambil. Kerap terjadi dokter tak memberi penjelasan yang detil, pasien pun tak bertanya, dan dia terkatung-katung karena merasa penyakitnya tak kunjung sembuh.

Saran kedua, perbaiki pola makan Anda. Jangan banyak mengonsumsi daging sapi yang penggemukannya pakai suntik hormon ‘entahlah’ misalnya, begitu juga dengan ayam potong yang sudah dimasuki zat kimia ‘anuitu’.. Hidup sehat, banyak mengonsumsi sayur dan buah segar yang ditanam secara organik dan bukan hasil pertanian pestisida. Jangan terlalu rakus memasukkan apa saja ke mulut Anda. Keseimbangan tubuh Anda sedang terganggu, hormon reproduksi terganggu, so.. kembalilah kepada pola makan yang alami.

Semoga berhasil dan salam metta 😀

Advertisements