Tags

,

Dulu, hanya di Banda Kepulauanlah tumbuhan bernama latin Mystica fragans ini hidup. Dalam mitos tentang pala dikisahkan Raja Mata Gunda dan Putri Delima yang tinggal di Pulau Banda Besar, dikaruniai seorang putri yang amat jelita. Putri Cello Bintang namanya. Begitu cantiknya paras sang putri ketika dewasa, membuat putra mahkota Kerajaan Timur ingin meminangnya. Putri Cello mau menerima lamaran itu asal sang pangeran membawa seribu batang pohon pala. Pangeran pun menyanggupi.

daging buah pala melimpah di saat panen

daging buah pala melimpah di saat panen

Dalam perjalanan, ketika sampai di Desa Lonthoir, seorang pengawal pangeran ikut-ikutan jatuh cinta kepada si putri. Dia pun berkhianat dengan membunuh putra mahkota. Akhirnya, pohon pala pun tumbuh subur di Lonthoir. Begitulas mitos munculnya pohon pala di Banda. Mitos yang dimulai dari kisah penuh tragedi. Tragedi ini terus berlanjut, karena manfaat emas si buah pala.

Di masa Kerajaan Romawi berkuasa, pendeta Romawi gemar membaka dupa dari pala. Para rahib Santo Theodorus merasa perlu memercik-mercik minyak pala di atas puding kacang polong sebelum disantap. Pala bahkan dianggap mampu mengusir wabah pes dan penyakit menular pada abad pertengahan di Inggris. Tak heran jika harga pala di Eropa saat itu lebih mahal dari emas. Inilah yang mengundang petualang mirip Francisco Serrao, Vasco de Gama hingga Jacob van Heemskerk mendatangi Banda dan kemudian melahirkan imperialisme dan kolonialisme di nusantara.

Pala juga melahirkan budaya baru di Banda. Di bidang pertanian, lahirlah alat panen seperti tokiri (keranjang rotan tempat pala) dan gae-gae (galah penjolok pala). Di bidang tarian, muncul tari memetik pala. Lalu di bidang kuliner, menciptakan berbagai resep masakan berbahan dasar buah pala. Ketika masa panen pala –biasanya tiga kali dalam setahun- buah pala akan dibuang, dan biji pala akan dikeringkan sebelum dijual. Itu sebabnya para budak mencoba memanfaatkan daging buah yang terbuang untuk dijadikan santapan. Salah satu masakan buah pala yang terkenal adalah manisan pala.

Pengolahan manisan pala di Banda diwariskan secara turun-temurun sejak masa penjajahan dulu. Mula-mula manisan disajikan dalam pesta-pesta para meneer Belanda, tuan perek yang menguasai perkebunan pala. Hingga saat ini, pengolahan secara tradisional ini masih dipertahankan. Hal ini bisa dilihat sebagai berikut:

pala3

Manisan Pala

Bahan : daging buah pala, gula pasir
Cara membuat:
1.daging pala dibagi dua, lalu direndam ke dalam air garam selama 2-3 hari
2.tiriskan buah pala, kalau perlu jepit dengan kayu di pohon kelapa
3.rendam buah ke dalam air panas. Usahakan air sampai meluber, menutup semua buah.
4.tiriskan buah, jepit lagi.
5.taburi pala dengan gula pasir, dengan urutan : gula – pala – gula –pala – gula
6.tutup baskom dengan kain kasa/tipis.
7.jika ingin membuat manisan pala kering, jemur buah pala yang sudah ditabur gula pasir

Karena begitu banyak daging buah pala yang tersedia, sedang harga gula begitu mahal –bisa dua kali harga gula di Pulau Jawa- maka perempuan Banda kemudian mengembangkan pembuatan selai dan sirop pala. Pembuatan kedua jenis penganan ini banyak dilakukan menjelang lebaran. Selai pala biasanya digunakan sebagai isi kue kering. Berikut resep selai dan sirop pala:

Selai Pala

Bahan : daging pala 500 biji, gula pasir 1 kg
Cara membuat :
1.rebus buah pala yang sudah dikupas kulitnya, kalau sudah mendidih dinginkan. Lalu buang airnya (atau simpan, untuk dicampur dengan gula pada waktu merebus daging pala yang sudah dihaluskan).
2.ulangi 3x, untuk menghilangkan rasa asam pala
3.blender dagingnya sampai halus
4.masak dengan air, dan campur gula.
5.agar sedap baunya, beri bubuk kayu manis.
6.agar awet, kerap dipanaskan/hangatkan, dan taburi lagi gula pasir hingga warna menjadi masak (warna tua, hitam atau merah). Dengan begitu selai pala akan tahan selama berbulan-bulan.

Sirup Pala

Bahan : air rebusan buah pala yang dibuang (pada pembuatan selai pala)
Cara membuat :
1.masak air rebusan dengan gula pasir (perbandingan 1 liter air dengan 1 kg gula)
2.tambahkan pewarna biar menarik.

Sedang untuk makanan sehari-hari, perempuan Banda suka menyajikan ikan atau telur tuna goreng dengan sambal pala. Cara membuat sambal pala sebagai berikut:

Sambal Pala
1.haluskan cabe, garam, dan pekasam/terasi sedikit.
2.masukkan kulit pala, giling sampai halus pelan-pelan, agar bercampur dengan sambal.

Dari sumber depkes diketahui bahwa pada 100 gr buah pala, mengandung energi 42 kkal. Pantas jika Anda mengalami kelelahan, makan sedikit manisan pala akan memulihkan tenaga dengan cepat. Buah pala juga mengandung kalsium, fosfor, vitamin A dan C.

Ditinjau dari sisi kesehatan, buah pala membantu meredakan beberapa penyakit. Di antaranya dapat menghilangkan kembung, melancarkan sistem pencernaan, menyembuhkan sakit perut. Makan sedikit pala akan membuat tidur Anda pulas bak bayi. Selain itu buah pala yang diparut dan dijadikan masker wajah, dapat membantu menghilangkan jerawat dan noda hitam. Pala juga dapat menyembuhkan sakit maag, menghilangkan rasa mual, serta mengobati suara yang parau. Tak percaya? Coba saja. Hehehe

Advertisements