Tags

, ,

Namanya Astrid, umurnya baru 26 tahun. Sudah lebih setahun dia berkelana, mengunjungi penjuru negeri -negeri Asia dengan sepedanya. Sebelumnya dia sudah menjelajah penjuru Eropa timur dan Barat, Amerika -termasuk pegunungan Andes dan Amerika Serikat, lalu beberapa negara Arab seperti Iran dan Syria yang kini bergejolak.

Astrid ketika meninggalkan Kompleks Ampel

Astrid ketika meninggalkan Kompleks Ampel

Astrid memang pesepeda. Ketika memutuskan mengelilingi Asia Tenggara, dia menggunakan sepeda sebagai cara menghemat bea transportasi sejak dari Thailand. Sepeda bekas merk ‘Giant’ ini  mengangkut tenda dom berkapasitas dua orang, kantong tidur, dan sedikit pakaian. Dia bisa tidur di mana saja. Di hutan dalam tenda, di kantor polisi, dan kalau beruntung mendapat tumpangan tidur dari kawan-kawan sesama ‘Couchsurfing’. Tapi dia tak suka gratisan. Tidak total.

Ketika saya menuliskan kisah ini, Astrid masih berkelana di bumi Kalimantan Timur dengan sepedanya. Sebelumnya dia bersepeda selama sebulan di Jawa. Rencananya dia akan bersepeda di Kalimantan bagian Indonesia selama sebulan, lalu menyebrang ke Sabah dan Serawak, juga dengan sepeda sebulan lagi. Bagaimana kisah lengkap gadis pesepeda solo di jalan ini? Silakan baca di

http://baltyra.com/2013/07/02/ketika-astrid-bersepeda-keliling-dunia/.

Semoga Anda terinspirasi dan tidak terlalu berbangga diri. Hehehe

Salam,

Catatan.

Sebetulnya banyak pejalan Indonesia yang menggunakan sepeda sebagai media menjelajah dunia. Di antaranya Gol A Gong yang menuliskan kisahnya dalam buku ‘Perjalanan Asia’, atau Iwan Sunter yang selalu mendaki gunung-gunung di Indonesia dengan mengayuh sepeda. Ada juga Mbah Yono yang keliling Indonesia, juga dengan sepeda. 

Advertisements