Tags

, ,


hei handsome driver.. masih ingatkah kau, perjalanan kita dari tobelo tuju jailolo. iya, benar. kau tempatkan aku di muka, biar telanjang memandang laju jalan. agar leluasa mainkan kamera. tapi bayi satu itu lebih kerap kudekap ketimbang kukokang.

kuhu_1_1_1_1

kalau ini foto di bromo. kan saya lupa kokang kamera saking terlongo-longonya. teluk kao sungguh dahsyat pengerukan emasnya

ahay.. perjalanan kita begitu mulus. jalanan beraspal halus luas terbentang. sepanjang berkendara, luv-mu melaju kencang. naik turun bukit, serasa di sirkuit saja. untung aku di depan, sehingga tak perlu pandang beberapa penumpang yang mabuk di belakang. hueeek..!

ingatkah kau, kala lewati padang ilalang di puncak bukit. rumput menguning, bunga liar terpapar nyalang. semua warna mengarah kepada jingga, biru, dan hijau lumut. pesonanya.. membuatku bertanya, “benarkah ini masih endonesia?” serasa kuterpelanting di negeri musim semi.

dan, tahukah kau kenapa aku terlongo-longo? pada sebuah tempat bernama ‘kao’, kulihat teluk itu. laut yang menjorok ke daratan. sebuah kapal tanker besar bersandar.

“bukan.. itu bukan kapal tanker. bukan buat angkut minyak!” tolakmu mentah-mentah.

“itu.. kapal pengangkut emas. lihat! kau lihat buldozer tinggi itu. itu sedang keruk pasir bercampur emas di tepi pantai.”

aku tergumun. bolehkah kita masuk ke sana?

“cari mati?” hahaha.. tawamu pecah. sementara pekerja di sana lebih banyak orang asing dan orang jawa. apa? ‘nyumon‘ pemiliknya? begitu? perusahaan patungan australia dan aneka tambang? ah.. yang benar!

sejenak saja kita memutari area itu, ikuti laju mobil. kini aku menyesal, lupa kokang kamera saking kesengsemnya. iya, hanya beberapa detik, tapi telah jelaskan semua. semua. tentang konflik kepentingan itu. kao-malifut, makian-halmahera, partai lama-partai baru, bahkan muslim-kristian. lalu perang agama. ribuan orang mati. puluhan ribu mungkin juga seratus ribu lebih orang kehilangan tempat tinggal.

ah.. handsome driver. thank’s sudah membuatku membelalak mata, kenang sejarah, dan konflik lama. tapi ngomong-ngomong, sudah habiskah emas di sana? tercemarkan teluk dan laut di situ? karena kudengar, tragedi minamata terulang kembali. hu uh!