Tags

,


Sudah menjadi kewajiban saya selama tinggal di desa pegunungan utara Bali ini untuk mempromosikan produk warganya. Satu dari banyak karya warga desa yang tak biasa adalah rajutan. Kali ini saya perkenalkan rajutan karya tangan Mbok Luh -biasa saya memanggil- warga desa yang tinggal di Pasut.

Mbok Luh adalah satu dari sedikit warga desa yang saya kagumi. Dia serba bisa, mulai membuat aneka canang dan banten -sesaji khas Bali-, juga memasak, memelihara ayam, melatih tari -masa mudanya penari-, dan merajut. Pokoknya apapun dia lakukan untuk membantu ekonomi keluarga.

Image

Image

Image

Image

Untuk merajut sepasang bikini dia diupah Rp25.000, Rp.5.000 buat atasan (bra), dan Rp.20.000 buat celana (bawahan). Karyanya diambil pengepul untuk dijual pada toko-toko di Denpasar. Tak jarang, pengepul ‘mereject’ rajutannya karena dinilai tak memenuhi standar. “Benang rajutan saya dapat dari mereka,” kata Mbok Luh. Dalam sehari, di sela-sela kesibukannya mengatur rumahtangga dan membuat canang-banten, dia mampu membuat 4 bra, yang artinya mendapat pemasukan Rp.20.000.

Melalui blog ini, saya tawarkan buat Anda yang berminat, untuk memesan bikini langsung kepada Mbok Luh. Ongkosnya Rp.75.000 untuk sepasang bikini rajutan, belum termasuh ongkos kirim. Hitung-hitung sambil memberdayakan masyarakat lokal.

Salam dari desa,