sebentar lagi saya akan bertandang ke sini selama beberapa hari, belajar tentang arsitektur tradisional dan kearifan orang desa kepada gede kresna. haram menolak tawaran menggiurkan darinya. apalagi bisa bereksperimen untuk membuat kosmetik herbal dan menelisik fermentasi tanah. 😀

tindak tanduk arsitek

cover

Namanya Gede Kresna. Aku mengenalnya sejak masa kuliah dulu di Arsitektur UI, ketika presiden kami masih sama-sama Suharto. Kresna, begitu ia biasa dipanggil, dua angkatan di atasku, masih suka main bareng karena di jurusan kami yang hanya berisi 50-an orang per angkatan ini, antar angkatan tidak ada senjang melainkan akrab. Apalagi aku punya satu sahabat, Ida Ayu Trepti Pratiwi, yang juga sama dengannya berasal dari Bali, sehingga sering mengikuti obrolan mereka yang kebali-balian.

Tengah tahun lalu dalam perjalanan ke Bali aku kembali bertemu dengannya. Setelah sekian bulan aku ingin sekali berkunjung ke Rumah Intaran, tempat Kresna tinggal bersama istri dan kedua anaknya, yang berada di kawasan Singaraja, Bali Utara. Rumah Intaran adalah ruang bekerja sekaligus tempat belajar dan berkreasi. Membaca status-status yang ditulis Kresna di facebook, selalu menerbitkan keinginan untuk bertukar pikiran dengan arsitek yang kembali ke alam ini. Seperti ini statusnya beberapa jam yang lalu :

View original post 1,535 more words

Advertisements