Tags


Kanker bisa menyerang siapa saja, si kaya, miskin, yang punya asuransi, maupun tak berasuransi kesehatan. Kanker dianggap penyakit mematikan, dibuktikan dengan banyaknya penderita kanker yang menjemput kematian. Itu sebabnya, begitu divonis menderita kanker, seseorang akan mengorbankan apa saja untuk sembuh. Tabungannya, rumahnya, tanahnya, perhiasannya, bahkan mungkin juga martabatnya. Kematian dianggap menakutkan, apalagi mati karena kanker.

Kanker juga menjadi tambang emas bagi perusahaan farmasi maupun dokter. Mana ada pasien kanker yang menolak membayar obat atau bea konsultasi ratusan ribu hingga jutaan rupiah? Nyaris tak ada, karena hampir semua pasien ingin sembuh. Umumnya jika pasien tak beruang alias kere, sudah tak memiliki harta lagi buat berobat, mereka baru beralih ke pengobatan alternatif. Begitu pula pasien yang sudah bosan belanja dokter, namun tak ada hasilnya. Atau pasien kanker yang sudah divonis akan segera mati.

mengonsumsi buah segar 3xsehari sebagai pengganti makan, memperkuat ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel kanker

mengonsumsi buah segar 3xsehari sebagai pengganti makan, memperkuat ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel kanker

Tips ini saya tulis berdasar pengalaman pribadi, pengalaman beberapa kawan yang ‘survive’ karena kanker, dan tentunya bersifat pribadi. Tips ini saya tujukan buat penderita kanker berekonomi pas-pasan, atau mereka yang sudah divonis tinggal menunggu ajal.

1.Jangan ketakutan dan mengira diri segera mati karena divonis terkena kanker. Andai Anda divonis berumur beberapa minggu saja, santai dan pasrah. Nikmati sisa hidup dengan gembira. Ketakutan hanya memperparah sakit Anda, membuat sel-sel kanker semakin cepat melipatgandakan diri.

2.Ubah pola hidup dan pola makan Anda. Hindari makanan sampah, misalnya yang berpenyedap rasa, manis gula, mengandung garam pabrik, juga makanan olahan seperti susu bubuk, biskuit, keju, dll. Makanlah makanan yang fresh, misalnya sayur yang direbus, buah segar, jus sayur dan buah, beras merah atau hitam, kacang hijau. Lebih baik sayur dan buah yang Anda santap hasil menanam sendiri atau membeli di pasar tradisional, atau yang ditanam secara organik. Bukan sayur dan buah impor, hasil GMO pula.

keladi tikus, salah satu herbal efektif untuk melawan kanker

keladi tikus, salah satu herbal efektif untuk melawan kanker

3.Bila Anda mengikuti pengobatan alternatif, misalnya makan jus daun sirsak, kulit manggis, buah mahkota dewa, atau keladi tikus, sebaiknya memprosesnya sendiri. Misalnya Anda mengambil daun sirsak, membuatnya menjadi jus. Atau Anda mengambil umbi, batang, dan daun keladi tikus, menumbuknya -dengan kayu atau batu- lalu mencampurnya dengan air, dan meminumnya. Ekstrak herbal yang dijual di pasaran sudah mengalami banyak proses, sehingga khasiat dan kandungan zat-zatnya tidak untuh lagi. Beberapa bahkan berpengawet, yang justru merangsang pembentukan sel-sel kanker baru. Dalam memproses sendiri herbal ini, jauhi perkakas dari logam, pemanasan dengan api. Tujuannya, agar zat-zat dalam herbal tadi tetap utuh.

4.Bagaimana dengan operasi? Pada beberapa jenis kanker, operasi diperlukan untuk membuang sel-sel kanker di tubuh. Misalnya Anda menderita tumor ganas, maka tumor harus diangkat. Anda menderita kanker kulit, kulit yang terkena kanker harus dipotong. Namun jika terkena kanker empedu atau hati, operasi kerap tak berguna. Paling setahun kemudian Anda akan ‘pergi’, sama seperti jika Anda tidak dioperasi. Lalu bagaimana dengan kemoterapi? Saya pribadi menolak kemo, karena kemo juga merusak sel-sel sehat. Pada penderita kanker yang sudah lanjut usia, kemo justru menurunkan daya tahan tubuh. Saya pilih diet sayur dan buah, mengubah pola hidup, ketimbang ikut kemo. Dalam hal ini saya pengikut setia Hiromi Shinya, si penulis buku ‘The Miracle of Enzyme’.

5.Bagaimana dengan pemakaian antibiotik? Saya pilih antibiotik alami, seperti parutan empu kunyit -bukan beli kapsulnya, tapi memarut sendiri- atau meminum air jeruk nispis begitu bangun tidur. Atau mengonsumsi minyak kelapa jika membersihkan gigi. Namun tentu saja, semua bergantung kepada kemampuan ekonomi dan kepercayaan masing-masing penderita kanker.

6.Jika Anda menderita kanker, atau pernah menderita kanker, Anda mesti waspada dengan pengeluaran kotoran dari tubuh. BAB tidak lancar, bisa memperparah kanker Anda. Jika BAB tak lancar, toksin di dalam tubuh akan meningkat, dan memicu perkembangan sel-sel kanker. Untuk itu, menjadi vegetarian, lebih banyak mengonsumsi jus buah dan sayur, amat berguna. Ada juga yang menempuh enema kopi. Saya sendiri memilih mengonsumsi kopi untuk memperlancar BAB. Jika tidak, bukannya minum obat pencahar, saya pilih minum minyak jarak atau castor oil, atau juga minum secangkir air campur baking soda dan jeruk nipis.

7.Jauhi kesedihan, bergembira selalu. Kalau perlu, banyak-banyak tertawa, walau itu menertawakan diri sendiri. Melakukan aktivitas yang menggembirakan akan meningkatkan ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel-sel kanker. Sebaliknya, selalu bersedih, mengeluh, tiap hari dikasihani justru menurunkan kekebalan tubuh dan membuat sel-sel kanker merajalela. Maka, jauhi orang-orang yang membuat Anda tertekan, dan beraktifitaslah, melakukan kegiatan yang menyenangkan πŸ˜€

8.Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan meditasi? apakah meditasi dapat menyembuhkan kanker? memang ada yang berhasil melawan kanker dengan meditasi, tapi sangat kecil jumlahnya. Namun meditasi dapat membantu Anda menenangkan hati dan pikiran, mengurangi rasa sakit, dan membuat Anda semakin menyadari arti kehidupan. Tidak percaya? Ya sudah πŸ˜€

Semoga tips ini berguna bagi yang membutuhkan. Salam sehat,