Tags


Jelang dirgahayu kemerdekaan RI yang ke-69, saya coba berkeliling kota, jepret sana-sini, sambil menangkap makna merdeka selama ini. Hasilnya adalah :
_MG_1575
Merdeka adalah..
jika banyak pengemis antri di tempat pemakaman umum, untuk menuai rejeki. Bayangkan, bahkan di kompleks pekuburan kota pun orang-orang bisa menggantungkan hidup. Ya para preman, pengumpul bunga kamboja, hingga pengemis musiman. Kalau dijajah, mana berani orang mengemis di pemakaman. Bisa-bisa ditangkap dan disuruh kerja paksa.

pah13
Merdeka adalah..
jika ribuan penduduk tanpa pekerjaan bebas memulung sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Dan, mereka tak harus menyetor pajak atas penghasilan yang mereka raup. Ketika memulung pun mereka tak perlu menunjukkan KTP kepada petugas yang menjaga TPA. Benar-benar merdeka.
_MG_8514
Merdeka adalah..
bahkan penghuni stren kali yang bergubuk kardus pun bisa membeli motor. Rumah hunian memang mahal, jadi cukup numpang atau mendirikan gubuk semi-permanen di tanah pemkot atau tanah perumka. Tapi bukan berarti mereka tak mampu kredit motor buatan China, Korea, atau Jepun.
_MG_1973
Merdeka adalah..
industri toilet umum menjamur sepanjang sisi Madura jembatan Suramadu. Kalau sempat, coba hitung berapa tulisan ‘WC Umum’ sepanjang jalan jelang jembatan Suramadu. 10? 15? dan dijamin, mereka tak harus bayar pajak. Perpaduan antara bisnis dan menjaga kebersihan, daripada buang air di laut.
_MG_1471
Merdeka adalah..
mampu tidur nyenyak di gerobak sampah dan tak ada yang mengganggu, apalagi mengusir. Jadi siapa bilang hanya kamar bagus ber-AC di rumah atau hotel saja yang mampu menelagakan kantuk?
_MG_8776
Merdeka adalah..
jika tukang becak suka membaca koran. Itu berarti pendidikan milik semua. Buku atau koran boleh dikonsumsi semua orang. Masalah apakah orang yang bisa membaca akhirnya menjadi sarjana, pengusaha, presiden, atau hanya tukang becak, tergantung pada faktor kesempatan, keberuntungan, dan kepemilikan harta.

Dirgahayu Indonesia 😀