Tags

,


sabun 3 in 1 itu :D

sabun 3 in 1 itu 😀

Satu hal yang saya suka dari alam Indonesia, melimpah dengan sumber daya, flora dan fauna. Membuat sabun nabati bukan hal sulit di negeri ini, bahannya melimpah, ada di mana-mana. Salah satu bahan sabun nabati yang melimpah itu adalah kelapa. Sayangnya minyak kelapa mulai sulit ditemui, perannya digeser oleh minyak sawit. Namun di pedesaan, masih ditemukan minyak kelapa buatan sendiri yang harum baunya. Di kota, lebih mudah mencari minyak kelapa di pasar swalayan, dengan merk H, D, atau lainnya. Harganya, dua kali lebih mahal ketimbang minyak goreng yang berasal dari kelapa sawit.

Ada juga VCO, minyak kelapa murni yang banyak digunakan sebagai obat. VCO banyak dijual di apotek dan toko herbal. Namun harganya melambung, satu liter VCO mencapai Rp.110.000, sepuluh kali lipat harga minyak sawit.

Salah satu tujuan saya membuat eksperimen sabun kali ini adalah memanfaatkan bahan lokal untuk dijadikan sabun, di antaranya minyak kelapa. Hanya dengan bahan tunggal minyak kelapa, dapat dibuat sabun cuci atau sabun mandi.

Untuk membuat sabun cuci, Anda dapat belajar dari link yang memanfaatkan superfat 1% ini : http://www.mommypotamus.com/how-to-make-pure-coconut-oil-soap-for-cleansing-and-laundry/

Sedang untuk membuat sabun mandi, Anda dapat memanfaatkan referensi di sini : http://candleandsoap.about.com/od/SpecialtySoapRecipes/a/100-Coconut-Oil-Soap-With-20-Superfat.htm

Dan ingat, karena sabun mandi memanfaatkan superfat 20%, maka sabun ini juga dapat berfungsi sebagai sampo.

Suatu hari saya ingin melakukan eksperimen lain, memanfaatkan minyak kelapa sekaligus santan kelapa. Saat itu bahkan terpikir sebelum dicetak akan mencampurnya dengan oatmeal, sehingga bisa jadi sabun lulur yang menyegarkan. Apa daya, niat ini pupus karena ‘gagal’ memahami proses. Saya campurkan seluruh santan di awal, menyebabkan koagulasi awal yang justru membingungkan. Saya pun menyegerakan mengaduk adonan, mencampur larutan soda api secara terburu-buru. Hasilnya, adonan sabun tak benar-benar tercampur. Trace hanya terjadi di sebagian adonan, sebagian lain masih mirip jelli.

Ketika akhirnya saya cetak, tercipta dua lapisan. Lapisan bawah, mengandung endapan santan yang mengeras dengan cepat, berwarna putih cerah. Lapisan atas, berwarna bening, terbentuk dari minyak kelapa. Ketika akhirnya saya lepaskan dari cetakan, dan angin-anginkan hingga ph-nya normal, sabun bening bagian atas saya jadikan sabun mandi, juga sampo. Sedang sabun bagian bawah menjadi sabun cuci. 3 in 1. Ngirit buat melakukan perjalanan. Ada sabun, sampo, dan sabun cuci di satu bentuk. Sayangnya, saya cuma buat 5 bar, yang 2 bar malah sudah berpindah tangan dijadikan hadiah.  Kesalahan kadang menuntun ke penemuan hal baru. Tapi kadang, bukan kerap hehe, jadi jangan takut melakukan kesalahan. Teruslah bereksperimen dan pantang menyerah.