Tags

,

Dalam postingan sebelumnya, saya kisahkan mendapat bingkisan sarang lebah dari Rumah Intaran seberat 9 kg. Menurut teori, jika saya olah, akan menghasilkan sekitar 1,5 kg lilin lebah alias beeswax. Lilin lebah ini kemudian bisa digunakan untuk beragam kebutuhan, misalnya campuran bahan sabun, sampo, kosmetik, salep pengobatan, hingga menjadi lilin pembersih telinga. Benar-benar menggiurkan manfaatnya.

beeswax

sarang lebah dari rumah intaran

Saya memutuskan untuk mengolah sarang lebah ini dua kali, menggunakan panci lama yang nyaris tidak pernah digunakan ibu saya. Panci ini cukup besar, bisa menampung sekitar 5 kg sarang lebah. Tanpa banyak persiapan, termasuk pencucian, saya merendam 3/4 panci dengan air, lalu memanaskannya dalam api kecil di kompor gas. (Maklum, hidup di kota tak punya tungku kayu 😦 )

Sekitar 10 menit kemudian muncul reaksi sebagai berikut :

reaksi kedua

sarang lebah berubah menjadi bubur

Lalu beberapa menit kemudian, lapisan lilin mulai mencair

reaksi 3

bagian permukaan yang berwarna putih adalah lapisan lilin

_MG_4579

pengaduk kayu pun dilapisi lilin

Saya usahakan api tetap kecil sehingga air tidak mendidih. Kalau mendidih bisa berbahaya, lilin di dalam panci akan terbakar. Suhu saya jaga sekitar 65-70 derajad C, dan ketika saya rasa semua bahan sudah menjadi bubur, saya matikan kompor. Saya tuang cairan sarang lebah ke wadah plastik berikutnya, saya tunggu hingga 2-3 jam, dan hasilnya adalah :

IMG_4584

lilin lebah yang terbentuk masih bercampur kotoran

Sebetulnya bisa saja dilakukan penyaringan pada tahap awal ini, namun risikonya saringan jadi buntu terkena lapisan lilin. (Saya merusakkan satu saringan milik ibu saya 😛 ).

Saya kelupas lapisan lilin yang masih bercampur kotoran (bisa semut, lebah mati) lalu saya buang air di bawah lapisan yang berwarna coklat kehitaman dan dipenuhi kotoran.

_MG_4590

lilin lebah yang masih bercampur kotoran

Ketimbang menyaring, saya pilih memasak ulang dengan api kecil menggunakan cara yang sama seperti di atas. Setelah 4 kali masak, saya hasilkan lilin lebah yang lumayan bersih, walau tidak bisa dikatakan ‘sempurna’ 😛

IMG_4585

hasil ‘jelang akhir’ sebelum bisa dimanfaatkan lebih lanjut

Dari sekitar 9 kg sarang lebah, saya hanya menghasilkan 700gr lilin lebah lumayan bersih seperti di atas. Mungkin karena saya tidak melakukan pencucian lebih dulu, berhubung sarang lebahnya memang ‘kotor’. Tapi kan ini ujicoba awal 😀

Kelak, lilin lebah ini hendak saya gunakan sebagai bahan pembuat lipbalm beraroma mint dan lotionbar beraroma lavender. Jadi tunggu ujicoba berikutnya.

Oya, di pasaran llin lebah dijual sekitar Rp.120.000/kg. Mengingat proses pengolahannya yang panjang, layak jika dihargai sebesar itu.

Saya masih punya simpanan lilin lebah lama yang saya dapat dari leles di Singosari, Malang tempo hari,  (Sila baca https://othervisions.wordpress.com/2013/09/01/30km-malang-surabaya-street-walking/ ).

Sampai jumpa dengan eksperimen berikutnya 😀

Advertisements