Tags

,


_MG_9213

kopi cengkeh membantu menghangatkan badan

Khasiat minyak cengkeh sebagai obat sakit gigi sudah dikenal ribuan tahun lalu di Cina. Namun, mungkin tak banyak orang yang menggunakan resep kuno ini sekarang. Kalau gigi sakit, ya minum antalgin atau ponstan. Padahal kedua obat tadi hanya meredakan sementara sakit gigi, karena beberapa jam kemudian gigi akan sakit lagi, jadi terpaksa minum lagi, begitu seterusnya.

Khasiat minyak cengkeh sebagai pertolongan pertama pada sakit gigi saya rasakan lebih sebulan lalu. Jelang lebaran, tambalan di geraham bungsu kanan lepas. Padahal itu tambalan lama, yang saya dapatkan sekitar 20 tahun lalu. Tambalan amalgam yang lumayan awet. Beberapa hari kemudian gigi pun terasa linu, lalu nyeri luar biasa, terutama jika terkena air, panas, atau dingin. Jangan-jangan lubangnya sampai ke saraf gigi, pikir saya waktu itu.

Kesibukan di rumah membuat saya tak sempat ke dokter gigi. Lalu teringat saya akan nasihat kawan untuk memanfaatkan minyak cengkeh sebagai obat sakit gigi. Kebetula, minyak cengkeh merupakan satu dari sekitar 50 koleksi minyak di laboratorium mini demi penelitian sabun dan sebangsanya. Maka, tanpa membuang waktu saya celupkan cotton bud ke minyak cengkeh, baru saya oleskan ke bagian gigi yang sakit dan berlubang tadi.

Efeknya, sakit semakin menjadi-jadi, namun saya tahan tanpa meminum obat apapun. Untuk meredakan sakit, saya melakukan mudra -yoga dengan mengatur posisi tangan- khusus buat meredakan sakit gigi. Lima belas menit kemudian rasa sakit pun mereda, lalu menghilang. Saya ulangi lagi membubuhkan minyak cengkeh ke bagian gigi yang berlubang 2x sehari selama 3-4 hari. Setelah itu cukup 1x sehari. Dalam waktu seminggu, rasa sakit menghilang. Bahkan, geraham kanan yang semula saya istirahatkan dari mengunyah makanan, kini dapat saya pergunakan mengunyah lagi tanpa rasa sakit. Acara kumur-kumur maupun minum pun tak menimbulkan rasa sakit lagi.

_MG_9025

cengkeh yang kaya manfaat

Walau rasa sakit mereda, saya lakukan kebiasaan berkumur dengan rebusan teh spearmint dan biji cengkeh setiap hari -selain menggosok gigi 2x sehari menggunakan pasta gigi khusus-atau kalau tidak sempat, membersihkan gigi yang berlubang maupun karies gigi dengan minyak cengkeh. Awalnya memang terasa sakit, namun lama kelamaan tidak sakit lagi. Karies gigi pun berkurang. Nafas juga menjadi lebih segar.

Yang perlu diperhatikan usai membubuhkan minyak cengkeh ke gigi yang sakit, adalah timbulnya rasa pahit, pedas, dan panas di sekitar mulu. Karena itu 1-3 menit setelah minyak cengkeh dioles, berkumurlah pelan-pelan untuk mengurasi rasa pedas dan panas.

Jangan membubuhkan minyak cengkeh terlalu banyak, cukup 1-2 tetes, karena akan membakar kulit di rongga mulut Anda. Konsentrasi minyak hasil ekstraksi daun cengkeh ini sangat tinggi, jadi jagan serampangan menggunakannya 😛

Oya, minyak cengkeh banyak dijual di toko obat cina atau di toko online seperti bukalapak maupun tokopedia. Silakan mencari sendiri. Kalau punya kebun cengkeh sendiri, Anda bisa menyulingnya langsung dari daun cengkeh yang jatuh di kebun.

Keampuhan minyak cengkeh sebagai P3SG (pertolongan pertama pada sakit gigi) tak lepas dari kandungan eugenol dalam minyak. Eugenol mampu mengobati nyeri, mengatasi sakit gigi, sariawan, bahkan gusi yang bengkak. Minyak cengkeh juga ampuh melawan bakteri dan kuman yang memang banyak terdapat di rongga mulut. Link berikut mungkin bisa membantu khasiat minyak cengkeh :

Health Benefits of Clove Oil

Selain mengolesi gigi yang sakit dengan minyak cengkeh, atau berkumur dengan teh spearmint campur biji cengkeh, saya juga suka memasukkan 2-3 biji cengkeh ke dalam kopi setiap malam. Kopi cengkeh menghangatkan badan, membersihkan darah, melancarkan peredaran darah -termasuk melancarkan bab- serta membuat nyamuk enggan menggigit. Kalau tidak percaya, silakan buktikan sendiri.

Saya tetap menyarankan Anda untuk ke dokter gigi, mengobati gigi yang sakit atau menambal gigi yang berlubang, walau P3GS dengan minyak cengkeh sukses. (Saya sendiri belum sempat ke dokter gigi, mungkin 2 minggu lagi usai semua kegiatan rampung).
Oya, artikel ini sekaligus menjawab pertanyaan dalam artikel tentang sakit gigi di blog ini, tentang alternatif pengobatan gigi yang sakit menggunakan cara tradisional.

Salam sehat 😀