Tags

, , ,

Ini bagian kedua kisah tentang Sutera Samatoa. Bagian pertama, bisa Anda baca di sini:ย  Sutera Samatoa .

Pada bagian kedua, saya tak akan berkisah panjang. Hanya ingin membeberkan sederet foto disertai sedikit penjelasan. Kebetulan waktu itu saya hanya bermodal DSLR Canon 1000, plus lensa 50mm. Maklum, pejalan yang malas segalanya ๐Ÿ˜›

_mg_5668

kokon yang direbus, cikal bakal benang sutera

_mg_5669

sesekali mereka sempat bercanda, meski dengan suara lirih

_mg_5670

wajah tanpa ekspresi, mungkin lelah. atau bosan?

_mg_5673

petugas QC pun memeriksa benang yang sudah jadi.


_mg_5678

ini pekerjaan yang melelahkan, mengurai benang satu demi satu. satu bundel benang bisa 10 km ๐Ÿ˜ฆ

_mg_5680

anekabenangsutera yang sudahdiwarnai, tinggalditenunmenjadikain

_mg_5684

warna kuning dihasilkan dari daun pisang yang masih muda

_mg_5688

menjaga daerah yang tak boleh terbakar (hazard burn) sambil melamun.

_mg_5692

tak boleh ada benang yang lengket karena ‘masih basah’

_mg_5698

sandal japit dan botol plastik minuman. Kadang iri juga melihat bekal para pekerja pabrik ini. begitu sederhana dan tak memakan bea berhias ๐Ÿ˜›

_mg_5701

air minum bergalon-galon disediakan untuk ratusan pekerja. bekerja selama 8-10 jam sehari sambil duduk memang melelahkan dan mengundang sakit ginjal jika kurang minum. (saya pernah :P)

_mg_5702

wajah langka, seorang pria di antara puluhan wanita ๐Ÿ˜›

_mg_5707

pantat pun perlu bantal agar tidak ‘panas’

_mg_5712

tamu yang datang, mayoritas turis asing, target dan harapan pemasaran sutera Kamboja

 

Advertisements