Proyek 100 Sabun


sabun lulur berbahan minyak kelapa, minyak jarak, lemak coklat, minyak wijen, dan kulit jeruk

sabun lulur berbahan minyak kelapa, minyak jarak, lemak coklat, minyak wijen, dan kulit jeruk

Bosan nulis dan numpang jalan di sana-sini, kali ini saya tantang diri melakukan proyek lain. Proyek membuat 100 jenis sabun nabati yang semoga berkhasiat mengobati penyakit alias herbal. Alasannya sederhana,

Pertama, saya memang penggemar dan penikmat sabun. Walau jarang mandi -sehari sekali kalau ingat- saya suka mengoleksi sabun. Tiap kali melihat sabun yang aneh-aneh, berbau alam dan berkhasiat, pasti saya beli. Tak heran jika saya selalu punya persediaan sabun minimal 6 bulan ke depan. Yang paling saya gemari sabun ayurveda beraroma ‘gaharu’ dan ‘neem’ yang sayangnya hanya bisa ditemukan di toko grosir Maydin, Penang. Sungguh, itu jenis sabun yang menyehatkan kulit. Harganya pun tak melangit.

Kedua, lewat sabun saya bisa menuangkan hobi lama, mengobati. Bahan-bahan sabun seperti lemak nabati kerap dikawinkan dengan zat tambahan -entah minyak atsiri atau bahan lain- yang bersifat menyembuhkan. Itu menjadi tantangan yang menarik buat saya. Apalagi nusantara kaya akan tanaman penghasil minyak nabati dan tanaman obat. Jika pengetahuan proses pembuatan sabun dikawinkan dengan pengetahuan akan obat-obat alami, pastilah hasilnya mengagumkan.

Continue reading

Lelaki di Sudut Ranjang Bambu


dermaga kecil di Kangean Timur, menunggu kapal menuju Sapeken

dermaga kecil di Kangean Timur, menunggu kapal menuju Sapeken

Masih kuingat tatapan mata itu. Mata lelaki yang kehilangan harga diri. Tak tersisa daya hidup. Tumpul. Dimakan kaitan ranjangnya sendiri. Mungkin sampai mati.

Abadikah deritanya? Tanyaku dalam hati. Kutahu mata itu menjerit, ingin melepas semua gundah. Beban hidupnya. Kutahu hati lelaki itu pedih. Putus asa akan nasibnya. Dan aku hanya menatapnya dari sini. Di kejauhan yang dekat, sekitar enam meter darinya. Di sebuah kedai makan mungil milik saudara perempuannya. Dan sedang membicarakan nasibnya dengan sepupu jauhnya, lelaki yang mengantarku ke mari, ke dermaga kecil yang akan mengantarku menuju Pulau Sapeken, sambil sebentar-sebentar mencuri pandang ke arahnya.

“Dia lumpuh, tak bisa gerak. Terpaku di ranjang itu,” kisah Hambali, sepupu jauhnya, memulai pembicaraan tentang lelaki itu.

“Sakit apakah dia? kenapa tidak berobat?” aku menimpali. Ada iba, sedikit simpati, dan ketakberdayaan, menyusup pelan di hatiku.

Continue reading

Merdeka itu adalah..


Jelang dirgahayu kemerdekaan RI yang ke-69, saya coba berkeliling kota, jepret sana-sini, sambil menangkap makna merdeka selama ini. Hasilnya adalah :
_MG_1575
Merdeka adalah..
jika banyak pengemis antri di tempat pemakaman umum, untuk menuai rejeki. Bayangkan, bahkan di kompleks pekuburan kota pun orang-orang bisa menggantungkan hidup. Ya para preman, pengumpul bunga kamboja, hingga pengemis musiman. Kalau dijajah, mana berani orang mengemis di pemakaman. Bisa-bisa ditangkap dan disuruh kerja paksa. Continue reading

Tips Bagi Penderita Kanker ‘Kere’


Kanker bisa menyerang siapa saja, si kaya, miskin, yang punya asuransi, maupun tak berasuransi kesehatan. Kanker dianggap penyakit mematikan, dibuktikan dengan banyaknya penderita kanker yang menjemput kematian. Itu sebabnya, begitu divonis menderita kanker, seseorang akan mengorbankan apa saja untuk sembuh. Tabungannya, rumahnya, tanahnya, perhiasannya, bahkan mungkin juga martabatnya. Kematian dianggap menakutkan, apalagi mati karena kanker.

Kanker juga menjadi tambang emas bagi perusahaan farmasi maupun dokter. Mana ada pasien kanker yang menolak membayar obat atau bea konsultasi ratusan ribu hingga jutaan rupiah? Nyaris tak ada, karena hampir semua pasien ingin sembuh. Umumnya jika pasien tak beruang alias kere, sudah tak memiliki harta lagi buat berobat, mereka baru beralih ke pengobatan alternatif. Begitu pula pasien yang sudah bosan belanja dokter, namun tak ada hasilnya. Atau pasien kanker yang sudah divonis akan segera mati.

mengonsumsi buah segar 3xsehari sebagai pengganti makan, memperkuat ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel kanker

mengonsumsi buah segar 3xsehari sebagai pengganti makan, memperkuat ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel kanker

Continue reading

Membaca Puisi-puisi Ndigun


Aku adalah anak
terlahir memecah katup
membaur di antara kutub-kutub
mencari jalan
                                       (Aku, hal 48)

Seorang kawan mengirimiku buku karyanya, buku keduanya. Sebuah kumpulan puisi. Judulnya ‘hap!’ Dalam bahasa Islandia, hap! Bermakna keberuntungan.

hap1Bertahun lalu aku pernah membeli dua buku pertamanya, judulnya ‘kejutan! Bukunya memang sedikit mengejutkan. Membuka tataran kenyamananmu, dengan memaparkan kegelisahan-kegelisahannya. Hidupnya yang muram, cinta dan pemahamannya kepada ibunda, dan apapun yang terbersit di benaknya. Continue reading

Himalaya, Mula Cinta Tumbuh


Begitu turun dari feri, perempuan itu bergegas naik ke satu-satunya jembatan penyeberangan di Pangkalan Weld, lalu berjalan menembus Lebuh Pasar. Sebuah lorong rahasia yang sempit, dengan lebar tak lebih dua meter. Nyaris sunyi sepagi itu, menyisakan bau pesing kencing anjing. Satu dua kedai makan china mulai buka, dengan pemiliknya duduk di kursi makan pelanggan, ditemani sekumpulan anjing yang berjejer di kaki kanan dan kirinya.

nang5

jalan sebelum menuju ‘himalaya’ di penang

Ah, pemandangan itu membuatnya malas mampir walau perutnya mendidih melilit. Dia malas makan sambil diendus makhluk-makhluk kecil berbulu bau pesing itu. Bukan soal keyakinan halal haram. Sama sekali bukan. Perempuan itu terus memasuki lorong. Melalui warung tenda di sepanjang kirinya, yang menyajikan menu ala India dan sudah ramai dikunjungi pelanggan. Malas dia singgah di sana. Padahal musik di perutnya bertalu-talu melagukan ‘I’m gonna leave you’-nya Led Zeppelin.

Pernah sekali dia makan di warung tenda itu.Kawan lelakinya berkebangsaan Myanmar yang menraktirnya. Entah mengapa kuah kari berwarna kuning dan kental itu membuatnya mual. Heran dia melihat ada orang yang sanggup menelan kuah kental yang kaya akan kunyit dan bawang bombay itu. Lebih gumun lagi, apapun lauknya, entah ikan goreng, daging, ayam, atau telur, harus disiram kuah kari. Aduduhai…!

Di ujung lorong dijumpainya perempatan. Kalau belok ke kiri atau kanan, dia akan melalui Lebuh Pantai. Namun diniatkannya untuk berjalan lurus menembus pasar, lalu berbelok ke kanan ketika dijumpainya perempatan berikutnya. Dia menuju Penang Street.

Continue reading