Yoga dengan Tangan (Mudra)


ary amhir:

salah satu alternatif pengobatan yang menarik dan perlu dicoba, selamat membaca, dan semoga berguna. :D

Originally posted on Kebenaran...Kedamaian...Keindahan:

Om Swastyastu

Sanatana Dharma (Hindhu Dharma) sungguh kaya dengan berbagai metoda yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, salah satu diantara berbagai metoda yang ada adalah Yoga dengan Tangan (Mudra).

Mudra ini bermanfaat bagi kesehatan manusia, mempraktikkannya dengan sungguh-sungguh dan niat tulus pasti akan memberikan hasil.

Sehat di tangan anda: 7 Mudra bagi manfaat kesehatan

Mudra sangat kuat. Jika anda mempraktekkan mudra ini secara teratur, anda akan mendapatkan manfaat kesehatan yang mengagumkan.
1. Gyan Mudra (Mudra Pengetahuan):

Metode:
Sentuh ujung ibu jari pada ujung telunjuk, dan tiga jari lain lurus keatas.
Kekhususan:
Karena ini adalah Mudra pengetahuan, dia meningkatkan pengetahuan. Ujung ibu jari memiliki pusat kelenjar Pituitari dan Endokrin. Ketika kita menekan pusat ini dengan jari telunjuk maka kedua kelenjar bekerja aktif.

View original 696 more words

Eksperimen 100 Sabun (1): Mengatasi Uban


sabun plus sabun anti uban buatan sendiri

sabun plus sabun anti uban buatan sendiri

Gara-gara sibuk bermain sabun setiap hari, sejak tengah malam sampai subuh -maklum insomnia- saya menemukan banyak hal menarik. Mulai resep baru buat kesehatan kulit, hingga pertumbuhan rambut.

Sebagai misal, sejak berumur 17 tahun saya mulai ubanan. Tak banyak 2-5 helai rambut putih di bagian depan. Namun ini mudah diatasi dengan segera mencabut uban tersebut. Tatkala terkena kanker, uban merambat dengan cepat. Nyaris separo kepala adalah uban. Saya jadi langganan ‘Henna’, pewarna rambut yang katanya alami itu.

Ketika tinggal di Munduk, pegunungan utara Bali, pertengahan tahun lalu, rambut saya kerap gatal. Kata seorang kawan muda mungkin banyak uban baru muncul. Saya tak percaya. Begitu sampai Surabaya, rasa gatal berkurang. Saya mengira itu karena pengaruh udara. Munduk memanglah daerah dingin. Atau bisa juga saya tertular kutu anak-anak teman. Nah, ini yang saya takutkan. Karena tak tahan gatal, saya pun mencoba keramas menggunakan perasan jeruk nipis. Jeruk nipis saya potong-potong kecil, airnya saya peras langsung di kepala. Tak jarang kulitnya masih saya gosok-gosokkan di kepala. Maka saya ucapkan ‘goodbye‘ pada sampo 5-6 bulan lalu. Rasa gatal, apalagi ketombe, memang menghilang.

Beberapa bulan lalu saya membaca artikel tentang khasiat minyak jarak dan minyak wijen, di antaranya dapat menghaluskan kulit, menyembuhkan berbagai kelainan dan penyakit kulit, serta menyuburkan dan menghitamkan rambut. Saya tertarik, lalu meramu sabun yang berfungsi tak hanya menghaluskan kulit, tapi juga rambut. Sabun yang juga berfungsi sebagai sampo. Sabun yang mengandung minyak jarak dan wijen dalam jumlah besar. Kebetulan juga, di saat yang sama, saya sedang membantu ibu mengatasi masalah luka di kulitnya menggunakan campuran kopi dan lemak kakao. Jadi saya campurkan saja krim kopi dan bahan sabun plus sampo di atas. Iseng saja, siapa tahu berguna.

Continue reading

Proyek 100 Sabun


sabun lulur berbahan minyak kelapa, minyak jarak, lemak coklat, minyak wijen, dan kulit jeruk

sabun lulur berbahan minyak kelapa, minyak jarak, lemak coklat, minyak wijen, dan kulit jeruk

Bosan nulis dan numpang jalan di sana-sini, kali ini saya tantang diri melakukan proyek lain. Proyek membuat 100 jenis sabun nabati yang semoga berkhasiat mengobati penyakit alias herbal. Alasannya sederhana,

Pertama, saya memang penggemar dan penikmat sabun. Walau jarang mandi -sehari sekali kalau ingat- saya suka mengoleksi sabun. Tiap kali melihat sabun yang aneh-aneh, berbau alam dan berkhasiat, pasti saya beli. Tak heran jika saya selalu punya persediaan sabun minimal 6 bulan ke depan. Yang paling saya gemari sabun ayurveda beraroma ‘gaharu’ dan ‘neem’ yang sayangnya hanya bisa ditemukan di toko grosir Maydin, Penang. Sungguh, itu jenis sabun yang menyehatkan kulit. Harganya pun tak melangit.

Kedua, lewat sabun saya bisa menuangkan hobi lama, mengobati. Bahan-bahan sabun seperti lemak nabati kerap dikawinkan dengan zat tambahan -entah minyak atsiri atau bahan lain- yang bersifat menyembuhkan. Itu menjadi tantangan yang menarik buat saya. Apalagi nusantara kaya akan tanaman penghasil minyak nabati dan tanaman obat. Jika pengetahuan proses pembuatan sabun dikawinkan dengan pengetahuan akan obat-obat alami, pastilah hasilnya mengagumkan.

Continue reading

Lelaki di Sudut Ranjang Bambu


dermaga kecil di Kangean Timur, menunggu kapal menuju Sapeken

dermaga kecil di Kangean Timur, menunggu kapal menuju Sapeken

Masih kuingat tatapan mata itu. Mata lelaki yang kehilangan harga diri. Tak tersisa daya hidup. Tumpul. Dimakan kaitan ranjangnya sendiri. Mungkin sampai mati.

Abadikah deritanya? Tanyaku dalam hati. Kutahu mata itu menjerit, ingin melepas semua gundah. Beban hidupnya. Kutahu hati lelaki itu pedih. Putus asa akan nasibnya. Dan aku hanya menatapnya dari sini. Di kejauhan yang dekat, sekitar enam meter darinya. Di sebuah kedai makan mungil milik saudara perempuannya. Dan sedang membicarakan nasibnya dengan sepupu jauhnya, lelaki yang mengantarku ke mari, ke dermaga kecil yang akan mengantarku menuju Pulau Sapeken, sambil sebentar-sebentar mencuri pandang ke arahnya.

“Dia lumpuh, tak bisa gerak. Terpaku di ranjang itu,” kisah Hambali, sepupu jauhnya, memulai pembicaraan tentang lelaki itu.

“Sakit apakah dia? kenapa tidak berobat?” aku menimpali. Ada iba, sedikit simpati, dan ketakberdayaan, menyusup pelan di hatiku.

Continue reading

Merdeka itu adalah..


Jelang dirgahayu kemerdekaan RI yang ke-69, saya coba berkeliling kota, jepret sana-sini, sambil menangkap makna merdeka selama ini. Hasilnya adalah :
_MG_1575
Merdeka adalah..
jika banyak pengemis antri di tempat pemakaman umum, untuk menuai rejeki. Bayangkan, bahkan di kompleks pekuburan kota pun orang-orang bisa menggantungkan hidup. Ya para preman, pengumpul bunga kamboja, hingga pengemis musiman. Kalau dijajah, mana berani orang mengemis di pemakaman. Bisa-bisa ditangkap dan disuruh kerja paksa. Continue reading

Tips Bagi Penderita Kanker ‘Kere’


Kanker bisa menyerang siapa saja, si kaya, miskin, yang punya asuransi, maupun tak berasuransi kesehatan. Kanker dianggap penyakit mematikan, dibuktikan dengan banyaknya penderita kanker yang menjemput kematian. Itu sebabnya, begitu divonis menderita kanker, seseorang akan mengorbankan apa saja untuk sembuh. Tabungannya, rumahnya, tanahnya, perhiasannya, bahkan mungkin juga martabatnya. Kematian dianggap menakutkan, apalagi mati karena kanker.

Kanker juga menjadi tambang emas bagi perusahaan farmasi maupun dokter. Mana ada pasien kanker yang menolak membayar obat atau bea konsultasi ratusan ribu hingga jutaan rupiah? Nyaris tak ada, karena hampir semua pasien ingin sembuh. Umumnya jika pasien tak beruang alias kere, sudah tak memiliki harta lagi buat berobat, mereka baru beralih ke pengobatan alternatif. Begitu pula pasien yang sudah bosan belanja dokter, namun tak ada hasilnya. Atau pasien kanker yang sudah divonis akan segera mati.

mengonsumsi buah segar 3xsehari sebagai pengganti makan, memperkuat ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel kanker

mengonsumsi buah segar 3xsehari sebagai pengganti makan, memperkuat ketahanan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan sel kanker

Continue reading